Selasa, 06 Oktober 2009

Kucingku, si Snowi

Awalnya aku punya kucing cuman dua, si Roki ama si Bimbi. Si Roki, badannya hitam, mata bulet, hidungnya kecil, bulunya lebat dan yang bikin orang seneng adalah gayanya yang pendiam dengan tatapan mata yang tajam serta jalannya gagah. Dia sih memang tampang pejantan tangguh. Sedangkan si Bimbi, menggambarkan sosok yang lemah lembut, cantik, dengan bulu warna kembang telon, mata kuning bulat dan hidungnya pesek. Wah, emang paduan yang serasi. Pertama kali dikenalin, si Roki langsung nyamperin Bimbi, terus ditungguin aja semalaman ngumpet di bawah kursi. Paginya, mereka berdua udah duduk ngejejer di depan pintu. Nah, pasti udah akur dan sayang-sayangan. Kelihatannya, si Roki cinta banget ama si Bimbi, sebentar-sebentar kepala si Bimbi dijilatin sambil digigit-gigit dicari kutunya. Nggak nyampe satu bulan, Bimbi sering muntah. Jangan-jangan lagi hamil?? Eh, bener juga. Sebulan kemudian, kata dokter, Bimbi dalam kondisi hamil dan alhamdulillah badannya sehat. Lucunya, kucing kalo lagi hamil muda, wajahnya tambah cantik dan badannya tambah seksi. Jalannya berayun - ayun, bikin Roki klimpungan. Maunya setiap hari ML. Terbukti, setiap abis subuh pasti mereka berdua udah gendong-gendongan. Persis nyanyiannya mbah Surip. " Tak gendong kemana-mana.. enak tho..sedap tho.. mak nyuus tho..!!"
Makin hari kandungannya Bimbi makin besar. Nafsu makannya juga gede banget, tapi nafsu birahinya turun. Kadang si Roki digampar abis-abisan, kalo berani nyoba ngedeketin Bimbi. Genap 70 hari sejak atraksi gendong-gendongan, Bimbi mulai gelisah dan tingkahnya uring-uringan. Semua tempat dan ruang yang agak gelap disamperinnya.... dan di hari ke 72 Bimbi melahirkan 4 ekor bayi kucing yang lucu-lucu. Tapi sayangnya bayi yang keempat, kebalut ari-ari agak lama dan ketika ari-arinya disobek, bayi kucing udah terlalu lemes, akhirnya tak tertolong lagi.
Bimbi, memang sesosok ibu yang bertanggung jawab dan sangat mencintai anak-anaknya. Yang sulung warnanya hitam belang putih, seperti bapaknya. Anak kedua warnanya kuning, bulunya tebel banget. Nah yang ketiga, agak luar biasa.. bulunya putih tebal, ekornya mungil warnanya hitam. Jadi, itu ekor seperti pegangan sapu yang ditancepin. Wiiiihh... lucu sekali pokoknya !! Belum lagi, kalo dia gerak-gerak.. wah seperti bebek, megal-megol keberatan pantat..
Tiap hari, ketiga mahluk lucu itu berebut tetek emaknya. Mereka sering ribut, dorong-dorongan nggak ada yang mau ngalah. Repotnya lagi, tidak semua teteknya Bimbi keluar air susunya. Biasanya, jumlah tetek yang keluar air susunya maksimal dua atau tiga. Oleh sebab itu bayi kucing yang cepat gemuk pasti yang tenaganya paling besar, sehingga bisa ngalahin yang lain dalam berebut tetek. Dan kalo udah dapat tetek pasti akan disedot abis-abisan, sampai bunyi..sruut...sruutt.
Tapi suasana gembira itu tidak berlangsung lama. Baru 2 minggu bayi-bayi mungil itu lahir, si kuning sudah mulai tak aktif dan lemas. Badannya menyusut, tak begitu lagi doyan netek. Matanya selalu terpejam dan suaranya melemah. Genap usia 3 minggu lebih satu hari, si kuning tak tahan lagi dan meninggal dunia. Kabut duka mengiringi kepergiannya. Rasa penyesalan terasa menggores di hati, kenapa enggak buru-buru dibawa ke dokter. Malangnya lagi, kita yang masih berduka, sejak ditinggalkan si kuning, si hitam tahu-tahu badannya menggigil. Wah.. ada apa lagi ?? Buru-buru dibawa ke dokter. Kata dokter, dia kena sakit perut, mungkin karena ketularan si kuning . Untungnya tidak perlu di opname, bisa obat jalan. Setelah diperiksa dan diberi obat, si hitam dibawa pulang dengan kondisi yang masih lemas. Dua hari kemudian, tanpa sepengetahuan siapapun, si hitam ditemukan sudah dalam kondisi kaku dan meninggal dunia. Awan mendung kembali menyelimuti kepergiannya. Hati yang belum sembuh dari luka lama, kembali harus tergores perih. Hujan tangis tak terelakkan. Sedih dan pilu amat terasa ketika menyaksikan jasad yang mungil dan kaku dimasukkan ke liang lahat.... betapa berat diterpa rasa kehilangan!!
Sejak saat itu seluruh perhatian ditujukan kepada si putih. Kita nggak ingin kehilangan lagi untuk yang ketiga kalinya. Untungnya perkembangannya bagus. Badannya gemuk, bulunya seperti kapas dan sudah mulai bisa jalan dan bermain. Wiihhh... lucu sekali !! Semua sepakat, kita ganti nama si putih dengan si SNOWI. Biar bulunya tambah tebel seperti salju. Snowi sepertinya tahu juga kalo dirinya jadi pusat perhatian dan curahan kasih sayang. Siapapun yang mendekat pasti disapanya, sambil mengibas-ibaskan ekornya yang hitam seperti wiper. Jadinya, berkat si Snowi suasana rumah jadi meriah dan seluruh penghuni rumah merasa sangat bahagia. Setiap hari sebelum pergi mereka berpamitan sama Snowi, begitu pula pulangnya pasti duluan nengokin dan main sebentar sama Snowi. Snowi...Snowi, kehadiranmu bisa memberikan keceriaan dan kegembiraan yang tak bisa diukur dengan uang.
Tepat usia 2 bulan, tiba-tiba Snowi jadi pendiam. Tak banyak gerak, suaranya bergetar dan parau, kadang-kadang terdengar seperti rintihan. Matanya yang bulat mulai sering terpejam. Jalannya agak limbung dan nggak mau bermain lagi. Ya Tuhan... lindungilah mahluk kecil ini...jangan Engkau biarkan dia menderita. Ya Allah... jangan Engkau ambil dulu si Snowi, berilah dia kesempatan untuk hidup lebih lama lagi. Hari-hari yang tadinya cerah dan bersinar terang, dalam sekejap jadi kelabu membisu. Semua orang tak kuasa menahan rasa sedih dan prihatin. Keesokan harinya, pagi-pagi tubuh Snowi semakin lemah. Semuanya berkumpul mengelilingi Snowi yang sedang aku pijit-pijit kakinya. Kadang-kadang dia gerakkan kakinya dengan pelan disertai suara mengeong yang lirih dan tersendat......dan dengan susah payah dia mencoba membuka matanya... Ampun, ya Allah !!.. tak sanggup aku melihatnya. Pelan-pelan untaian air mata mengalir di pipi, tak tahan melihat penderitaan Snowi.
Buru-buru Snowi diselimuti, dimasukkan ke ranjang kecil terus dilarikan ke rumah sakit hewan. Semuanya tak sempat mandi, yang dipikirkan hanyalah bagaimana caranya menyelamatkan Snowi. Tak peduli apakah harus diopname atau dioperasi atau apapun penanganan yang diperlukan. Satu jam telah berlalu... dan ketika telpon rumah berdering ternyata membawa berita duka yang mendalam. Si Snowi, si kucing lucu, si kucing pembawa kegembiraan dan kebahagiaan orang serumah, telah berpulang kembali kepada Sang Pencipta, Allah swt. "Inna lilahi wa inna ilaihi rojiun". Dada ini terasa terbelah, terasa sesak dan susah bernapas. Derai air mata mengalir deras tak henti-hentinya. Hati yang sempat terbalut dan terobati dari goresan lama, kini kembali terbuka, menganga tergores luka baru. Beginikah rasanya ditinggalkan sosok yang kita cintai. Meskipun hanya kucing Snowi sudah kita anggap sebagai anggota keluarga sendiri. Kehadirannya, meskipun hanya selama dua bulan, benar-benar merupakan suatu anugerah bagi keluarga kami. Kita bisa belajar bertoleransi, menyayangi bahkan belajar lebih banyak memberi dari pada meminta. Belum lagi begitu besar kesenangan, kemeriahan dan kebahagiaan yang muncul dari kehadiran Snowi. Akhirnya aku hanya bisa berdoa, 'Ya Allah, aku bersyukur kepada Mu karena telah Engkau kirimkan mahluk yang lucu, yang dapat memberikan kemaslahatan bagi keluarga kami, yang telah memberikan pelajaran makna kehidupan dan mengingatkan kami kepada kuasa dan kebesaran Mu....Ya Allah, aku bermunajad kepada Mu...jadikanlah usia kami sebagai usia yang penuh kebaikan dan kemaslahatan... berilah kekuatan dan kemampuan untuk selalu bisa bersyukur dan memberi... berilah kesabaran dan kepasrahan atas segala ujian Mu serta jadikanlah kami sebagai mahluk yang tak pernah putus tersirami dengan nikmat Mu dalam keadaan suka ataupun duka. Amin, ya robbal alamin.

Minggu, 04 Oktober 2009

AQ DAN CALON PACAR Q
( Cerita ini berisikan ide, karangan dan fakta kecil yang dikombinasikan melalui perenungan dan semedi , menjadi untaian perjalanan hidup seorang remaja laki-laki yang sederhana )

Namaku Odi. Aku adalah sosok seorang laki-laki tulen, yang hidup secara laki-laki serta memiliki emosi dan khayalan layaknya seorang pria. Usiaku delapan belas tahun, dengan tubuh setinggi diatas 170 cm, asar ( agak besar ) dengan rambut sedikit ikal. Tak banyak keistimewaan yang aku miliki, tapi ada yang dapat aku banggakan, yaitu temanku banyak dan baik-baik semua. Tapi kalau ditanya, siapakah teman dekatku ? Aku pasti kebingungan untuk menjawabnya. Soalnya, mereka itu orangnya baik, unik dan hebat di bidangnya masing-masing. Kalau ingat mereka, rasanya ingin ngrumpi melulu. Seperti saat ini, aku lagi berada di suatu tempat yang indah, sunyi dan sejuk. Sejak dari tadi aku bengong sendirian, melihat di kejauhan dengan tatapan kosong dan perasaan sepi. Entah kenapa, aku tak ingin melakukan apa-apa atau ngomong sedikitpun. Ingatanku menerawang dan melayang kemana-mana. Berubah silih berganti, wajah orang tua, teman sekolah, teman olah raga, teman nongkrong, tampak berkelebat di depan mata seperti sebuah gabungan potongan-potongan film. Kadang aku tersenyum sendiri ingat kekonyolan mereka. Orang tuaku meskipun sudah tua tapi lucunya minta ampun. Setiap hari, kalau di rumah aku selalu disuguhi lelucon- lelucon baru yang bisa bikin hidung nyengir melulu. Sedang kalau di sekolah, teman-temanku tak kalah atraksinya untuk membuat sakit perut karena terpingkal-pingkal. Akh, betapa indahnya hidup ini ! Tapi, entah kenapa saat ini aku merasa sepi dan sendirian. Padahal, begitu banyak sarana hiburan yang ada di sekelilingku.
Aku memejamkan mataku. Kata temanku mataku bentuknya lucu. Panjang, besar dan dikerumuni bulu mata yang lentik. Terkadang bikin iri temanku yang cewek. Aku tersenyum lagi, ingat temanku si yanti, yang sering naruh batang korek api di bulu mataku. “ Berani taruhan, pasti nggak kuat kalau dikasih tiga batang korek api “ katanya. Ternyata aku yang menang taruhan dan dua kali kecupan di pipi langsung terasa hangatnya. Yanti… Yanti… kamu memang mahluk yang lucu. Lain lagi dengan si Yuni, orangnya agak pendiam tapi perasaannya halus. Pernah suatu ketika minta ketemuan di suatu tempat, tak pikir ada apa, ternyata minta advis mau nembak temannya. Keesokan harinya dia nelpon sambil marah-marah, katanya kok aku membolehkan dia nembak temannya. Aku jadi nggak habis pikir sama cewek, begini salah, begitu juga salah. Tapi aku langsung meminta maaf sama Yuni kalau aku bikin kecewa dan marah. Eh, ternyata tanggapannya positif, asalkan sering-sering ketemuan. Bingung, bingung deh.
Capek tiduran, aku terus berdiri dan jalan-jalan di sekeliling rumah. Rumah yang aku sewa berupa vila dengan beberapa kamar yang menghadap ke gunung. Bagus juga kelihatannya, jika dilihat dari luar rumah. Dengan berlatar belakang bukit dan bagian depannya terdapat tanah lapang yang hijau, membuat perasaan jadi adem dan nyaman. Kata yang jaga vila, kalau pas hari libur, tempat ini pasti ramai dikunjungi orang. Siapa lagi, kalau bukan orang yang hendak pacaran. Kalau dipikir-pikir, ngapain ya orang pacaran suka nyari tempat yang sepi dan dingin ? Apa nggak lebih enak, pacaran di tempat yang ramai dan terang ?? Apalagi kalau bareng rame-rame sama teman-teman lainnya ! Ahh, nggak tahu lah, orang aku juga belum pernah pacaran. Kata beberapa teman sih, pacaran itu ada enaknya tapi nggak enaknya juga banyak. Kalau mau jadian, serunya bukan main. Tapi kalau sudah jadian, yang ada cuman larangan, disuruh-suruh, duit keluar lebih banyak, bertengkar dan ujung-ujungnya bubaran. Kok gitu ?? Tapi kalau diamati faktanya, memang banyak sih teman-temanku yang sering putus-sambung sama pacarnya, bahkan sering ganti-ganti pacar. Tiba-tiba angin sepoi mengusap leherku. Iihhh, dinginnya !! Aku baru tersadar kalau kakiku telah membawaku melewati sebuah sungai kecil yang jernih airnya. Allah maha besar ! Sungai yang dalamnya hanya semata kaki dan airnya yang bening mengalir tenang ternyata membawa banyak ikan kecil-kecil berlenggak-lenggok diantara bebatuan. Dari mana asalnya air yang jernih ini ?? Dan ketika kutolehkan kepalaku ke kanan, di kejauhan terlihat air terjun yang tinggi dengan pancaran air yang deras yang dikelilingi batuan yang besar-besar. Aduh, indah sekali !! Sayangnya, aku tidak bisa berbagi keindahan dengan teman-temanku. Coba kalau ada si cece centil, wah pasti seru jadinya. Pasti dia ngajak berendam di bawah air terjun sambil main semprot-semprotan air. Belum lagi, kalau ada si bosil ( bocah usil ), tambah kacau deh. Dia nakal sih enggak, cuma kalau renang bareng sukanya dekat-dekat kita, habis itu tanya, “ Airnya hangat ya ?” Gimana nggak hangat, orang dia habis kencing disitu !... Dasar !!
Setelah melewati sungai, jalanan jadi agak nanjak dan berputar balik kearah vila. Di balik pepohonan terlihat beberapa pasangan remaja pada bisik-bisik sambil berangkulan. Apa ya kira-kira yang dibicarakan ? Rasanya ingin juga ikut nguping bisikannya, tapi kok terus disambung dengan tawa cekikikan. Wah, jangan-jangan kawanan kuntilanak, hiii… ngeri juga. Tapi kuntilanak kok klayapan di siang hari ?? Bisa jadi kuntilanak yang lagi liburan, sehabis malamnya capai nakut-nakutin orang pacaran. Ngaco ahh.. ! Lagian ngapain ngurusin kuntilanak ! Tiba di vila hari telah sore, udara tambah dingin dan aku butuh minuman penghangat tubuh.
Sambil menunggu maghrib, aku duduk di teras dengan ditemani segelas wedang jahe dan sepiring singkong goreng. Alangkah nikmatnya hidup di bumi Indonesiaku tercinta. Pemandangannya indah, penduduknya ramah, hasil buminya melimpah, benar-benar gambaran hamparan sorga di dunia. Aku sangat bersyukur dilahirkan di Indonesia, mudah-mudahan tanah airku dan bangsaku dapat melahirkan para pemimpin-pemimpin besar yang akan mampu berperan sebagai pemimpin atau wakil Tuhan di muka bumi. Amiiin. Lho, kok seperti ustad !!.. Alhamdulillah, berarti aku didekati malaikat, bukannya kuntilanak.
Maghrib telah tiba, segera aku mengambil wudhu di pancuran sebelah kamar mandi. Hiii, airnya dingin sekali !! Karena jauh dari masjid atau musholla, terpaksa aku sholat sendirian. Penginnya sih berjamaah. Apalagi sholat maghrib, kalau berjamaah, wah .. rasanya enak sekali. Mendengar ayat-ayat suci yang dibaca keras dan mengalun merdu, mendatangkan perasaan tenteram dan nikmat di hati. Tetapi sholat sendirian, kalau bacaannya benar, dilakukan dengan tidak tergesa-gesa dan mencoba mengartikannya, rasanya juga enak dan lebih kusyu’. Memang nikmat kok sholat itu, kita berhadapan dengan Allah, bertemu muka dan berbincang-bincang dengan- Nya, bahkan kita dapat menyerap energi- Nya yang diwujudkan sebagai energi alam semesta. Makanya, sehabis sholat biasanya badan dan perasaan kita bertambah segar dan sehat. Itu, menurut aku lho ! Mudah-mudahan benar !!
Makan malam akhirnya tiba. Perut rasanya sudah susah diajak kompromi, dari tadi bunyi kriuuk-kriuuk. Ada nasi putih panas, ayam goreng, ikan ekor kuning goreng, tahu tempe goreng, lalapan plus sambal terasi, sayur asem, karedok dan krupuk udang. Wah, susah dibayangkan uenaknya, sementara bau harumnya keluar menggoda bulu hidung dan air liur ( glek.. glek.. gleegkk ). Aku jadi ingat teman lagi. Yang namanya ical, kalau sudah ketemu makanan kaya gini, jangan ditanya, langsung disikaaatt habis! Itu anak, badannya sih kerempeng, tapi perutnya bisa dimuatin apa saja, sampai-sampai jatah tiga orang, bisa habis sama dia. Busseettt dahh!! Tapi kenikmatan makan sebenarnya bukan terletak pada makanannya, tapi tergantung suasana dan ditemani siapa. Meskipun makanannya seabrek dan semuanya lezat, tapi kalau makannya sendirian, ya.. kurang nikmat. Nah, yang paling nikmat, kata teman aku adalah makan ditemani orang yang disayangi dengan suasana remang-remang karena cahaya lilin dengan diiringi lagu yang romantis. Mak nyuusss… rasanya dan tak akan terlupakan seumur hidup. Tapi biasanya masalah baru muncul belakangan, yaitu ketika selesai makan dan harus membayar. Siapa yang akan membayar semua kenikmatan tadi ?? Lah, aku kok jadi ngurusi orang pacaran yang lagi makan enak tapi nggak jelas siapa bandarnya !!.
Selesai makan, perut terasa kenyang, mata tiba-tiba maunya terpejam. Nah, begitu terpejam, bayangan wajah orang langsung bersliweran lagi di depan mata. Di sana ada wajah ortu, teman-teman, orang tak dikenal…. tiba-tiba aku jadi heran, kok yang aku ingat banyak sekali. Kok nggak kaya si mumes ( muka mesum ), katanya kalau mau tidur yang ada diingatannya hanya cewek yang dicintainya. Nah, ketahuan sekarang…. kenapa kok dari tadi hati ini rasanya sepi, jangan-jangan karena aku belum punya pacar !! Wah, ini sesuatu yang baru ! Belum pernah aku sebelumnya mikir masalah pacar. Tapi, bisa jadi itu masalah utamanya. Padahal, sebelumnya aku lebih senang punya banyak teman dari pada punya satu pacar. Menurut pendapatku, begitu aku punya pacar, pasti hubunganku dengan teman-temanku akan menjadi terbatas dan tidak sesantai dulu. Batasan dan larangan akan mulai diberlakukan, meskipun sepertinya tidak jadi masalah apabila aku tetap ingin berhubungan dengan teman-temannku. Apa iya, seperti itu ??? Bukankah seorang pacar ingin diistimewakan ?? Bukankah seorang pacar ingin selalu dipuja dan dimanja ?? Bukankah orang berpacaran merasa mempunyai hak milik atas diri pacarnya ?? Waduh, sepertinya repot sekali menjalaninya ??!
Tapi, seandainya aku punya pacar, seperti apa ya orangnya ??? Kata orang, kalau punya pacar dan ternyata kelak pacarnya itu adalah jodohnya , maka pelan-pelan wajahnya jadi mirip satu sama lain ??? Apa iya??? Dari pada aku menghayal, lebih baik aku berdoa saja kepada Tuhan, mudah-mudahan aku diberi pacar yang seperti aku impikan selama ini !!
Tuhan, di malam yang sepi dan hening ini, aku bermunajad kepada Mu. Kelak. Jika waktunya tiba, berikanlah aku pacar yang tahu siapa dirinya dan tahu siapa diriku. Berilah kami kekuatan dan kearifan untuk bisa menerima satu sama lain dengan ihlas, dengan segala kekurangan dan kelebihan masing-masing. Limpahkanlah pada dirinya sifat senang sedekah, murah senyum, sopan-santun, rajin ibadah, enak dipandang mata dan menyejukkan di hati. Aku bukan termasuk orang yang senang ganti-ganti pacar, ya Allah.. berikanlah aku pacar yang seiman, yang setia, yang bisa selalu mengajakku kepada hal-hal yang haq dan menjauhi yang batil. Jika pacarku kelak, nantinya menjadi istriku, berilah dia kelapangan hati untuk bisa menerima keluargaku, menyesuaikan dengan lingkunganku dan berilah kami kekuatan dan kemampuan untuk menggapai ridho Mu…. Amin ya robbal alamin.
Rasanya mataku semakin berat dan badanku terasa melayang-layang.
Ya Allah, jika Engkau masih berkenan memperpanjang hidupku, bangunkanlah aku esok hari dengan badan yang segar dan hati yang lapang, untuk memenuhi tugasku dalam mengemban amanah Mu sebagai khalifatullah fil ard. Mudahkanlah segala urusanku, tiada kekuatan dan kemampuan kecuali datang dari Mu. Amin..
0~~Be Es De ( Berbuat baik, Sayangi dan Doakan )~~
Sering rasanya kita mendengar pak ustad mengajak dan menyuruh kita untuk membalas keburukan dengan kebaikan, kebencian dengan kasih sayang, bahkan keangkaramurkaan dengan senyuman dan kesabaran. Memang mudah untuk diucapkan ajakan tersebut, tapi tentunya harus ada kerangka pikir yang dapat mendukung pada tahap implementasinya. Di samping itu, fakta menunjukkan bahwa tidak sedikit orang yang seolah-olah kerjanya hanya membuat keonaran, kekacauan dan kedhaliman, yang ujung-ujungnya membuat kita jadi emosi serta memunculkan semangat perjuangan untuk membela kebenaran dan menumpas kebatilan. Rasanya tidak ihlas juga jika kita melihat kejahatan merajalela di depan mata , kadang-kadang begitu fulgar dan tanpa basa-basi sedikitpun. Kemudian pertanyaannya adalah pendekatan seperti apa yang harus kita lakukan untuk dapat melaksanakan ajakan pak ustad dengan hati yang ihlas serta mampu melihat kemanfaatan dan keindahan dari tindakan memaafkan, berpikir positif, mental kelimpahruahan dan berlomba-lomba menebar kemaslahatan?...
Kata pak ustad selanjutnya, jika ada orang yang berbuat jahat kepadamu, berusahalah untuk berbuat baik kepadanya, sayangi dan doakan dia agar dapat ampunan dan petunjuk dari Allah swt. Sekali lagi, kita dibenturkan pada kondisi yang tidak mudah dilakukan dan susah diterima akal bagi orang yang pernah atau sedang mengalami dianiaya. Hebohnya, kita saksikan pula, mereka yang suka menganiaya orang, hidupnya sepertinya baik-baik saja dan serba kecukupan. Terus bagaimana caranya kita dapat meyakini ajakan pak ustad tersebut akan mendatangkan kebaikan pada diri kita, syukur-syukur kepada orang yang senang berbuat dhalim ? Belum lagi, kita harus berhadapan dengan watak atau karakter yang telah kita miliki dan sudah menjadi kebiasaan hidup kita selama ini. Mampukah kita mengubahnya ??
Tidak mudah menjawab semua pertanyaan dan kebimbangan itu. Disitulah letak misteri kehidupan dan setiap orang akan mempunyai pilihan untuk dapat menguaknya, seiring dengan perjalanannya dalam mencari takdir ( hasil maksimal ) hidupnya. Bukan tidak mungkin kita akan terseret dalam pertengkaran yang tiada habis-habisnya ( aktivitas syariat ) atau kita akan menempuh jalan sufi untuk memohon bimbingan, perlindungan dan pertolongan Allah ( aktivitas hakekat ). Semuanya memiliki konsekuensi masing-masing dan hasilnya akan berbeda satu sama lain. Artinya, jika kita masih berorientasi pada tatanan keduniawian maka jalan syariat akan mendominasi tindakan kita. Sebaliknya, jika kita mulai condong kepada tatanan keuhrawian maka kita akan melihat seluruh proses, kejadian dan hasil, memiliki makna hakekat, yang semuanya adalah berasal dari Allah dan akan kembali kepada Nya. Lantas pola pikir apa yang dapat dijadikan pijakan untuk dapat mengamalkan Be Es De itu ?? Apakah hanya jalan syariat ?? Atau cukup dengan hakekat ?? Atau harus kedua-duanya??
Untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, dapat dilakukan pendekatan dengan cara mengenal sosok manusia secara lebih luas, yaitu dari pendekatan sisi hakekat dan syariat. Sayangnya, kita tidak pernah cukup belajar mengenai diri manusia secara utuh, kecuali yang didapat dari pelajaran agama yang lebih bersifat hakekat. Sedang secara syariat, kita sering terbentur di sana-sini dalam menjalin hubungan dengan sesama manusia, dengan mahluk lain dan dengan alam semesta. Betapa banyak pertengkaran, permusuhan dan peperangan yang terjadi dan semua itu dilakukan oleh orang-orang yang mengaku dirinya berpendidikan, berkuasa dan kaya. Sedang mereka yang hidupnya pas-pasan hanya melihat dengan bengong seluruh atraksi kekacaubalauan itu. Tinjauan terhadap diri manusia secara hakekat, sepertinya sudah banyak yang membahasnya, khususnya oleh para pemuka agama. Kini, kita dapat memfokuskan pada tinjauan sisi syariatnya.
Kita sebagai manusia diharapkan akan sempat dan mampu mengalami masa pertumbuhan selama mengarungi perjalanan hidup kita. Ada 4 ( empat ) tahap yang bakal dilalui setiap anak manusia yang secara khusus mendapat rahmat ( kemurahan ) dari Allah.
Tahap pertama, adalah tahap mematuhi. Tahap ini digambarkan sebagai tahap kanak-kanak, yaitu tahap dimana semua orang ingin belajar atau mengetahui banyak hal dengan tanpa rasa takut yang disertai dengan rasa keingintahuan yang sangat besar. Semakin banyak mereka belajar atau patuh pada guru semakin besar ilmu yang mereka dapat. Meskipun kadang memberontak, pemberontakan mereka dengan mudah dapat dipatahkan. Tahap ini benar-benar merupakan tahap eksplorasi, semua akan dilihat, semua akan ditanyakan, semua akan ditiru dan akhirnya akan mencoba untuk memodifikasi. Jika tidak mendapat arahan yang benar dan jelas maka arah modifikasinya akan nabrak sana-sini dan akan babak belur dihajar pengalaman pahit. Sayangnya, pengalaman buruk di tahap kanak-kanak akan disimpan secara otomatis tanpa melalui penyaringan dan akan menjadi acuan dalam tahap perkembangannya.
Tahap kedua, adalah tahap pemberontakan. Tahap ini disebut pula tahap remaja.Karena ilmu yang mereka dapat sudah cukup banyak tetapi tidak nambah-nambah lagi ( aturan tetap ) dan sang guru juga tidak menambah ilmu dan pelajarannya maka mereka jadi bosan, ingin tumbuh dan berkembang lebih banyak lagi. Kemudian mereka melakukan pemberontakan untuk mendapatkan perubahan yang mereka inginkan. Mereka akan berupaya menggantikan pemimpin mereka dan terkadang kalau perlu dengan menghalalkan segala cara. Tahap kedua, sering disebut sebagai tahap kritis, dimana orang susah melewati tahap pemberontakan dan beruntung apabila bisa masuk ke tahap ketiga. Mereka yang dengan susah payah masuk ke tahap pemberontakan, yang intinya adalah menuntut perubahan, memilih untuk terjebak dalam eforia dan huru-hara yang ditimbulkannya.
Tahap ketiga adalah tahap kemandirian. Tahap ini adalah tahap dewasa. Yaitu tahap dimana mereka ingin menemukan jati dirinya dan mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka secara terarah, terencana, sadar dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan atas perjalanan hidupnya. Mereka menemukan identitas dirinya, eksistensi dirinya dan begitu banyak kontribusi yang dapat mereka berikan pada kehidupan serta kesuksesan yang dapat mereka raih. Apa yang mereka pikirkan dan bayangkan, biasanya akan menjadi kenyataan sesuai dengan tujuan yang mereka buat.
Tahap keempat adalah tahap kepemimpinan atau merupakan tahap sufi. Tahap ini merupakan tahap terakhir yang dapat dicapai oleh manusia sesuai dengan maksud dan tujuan diciptakannya manusia, yaitu sebagai pemimpin dan penebar kemaslahatan di muka bumi. Pada tahap ini, mereka sudah tidak berpikir lagi untuk kepentingan dirinya tapi justru semua yang dimilikinya didedikasikan untuk kepentingan kemaslahatan umat dan alam semesta. Kepemilikan ( identitas ) atas nama dirinya sudah digantikan dengan kepemilikan( identitas ) atas nama Tuhan dan memposisikan dirinya sebagai perpanjangan tangan Tuhan. Jadi tidak mustahil apabila apa yang dikehendakinya tidak berbeda dengan apa yang dikehendaki Tuhan nya dan apa yang di doakannya adalah apa yang dikabulkan oleh Tuhan nya. Orang-orang seperti ini sudah zuhud terhadap dunia, jika dia memegang tahta, harta dan cinta , semuanya dipersepsikan miliknya Allah sehingga harus dijaga sebaik-baiknya dan harus dikembalikan untuk sebesar-besar manfaat bagi manusia dan alam seisinya.
Berdasarkan tahap perjalanan umat manusia tersebut, kita dapat menganalisa, ada di tahap manakah kita sehingga dapat menjalankan anjuran pak ustad untuk selalu berbuat baik kepada sesama khususnya kepada mereka yang mendhalimi kita. Dapat kita simpulkan bahwa di tahap empatlah kita baru mampu melakukan anjuran itu. Dimana kita sudah mampu lepas dari rasa kepemilikan atas dunia ini serta menyadari dan mengihlaskan semua itu adalah milik Allah, sehingga kita tidak layak membenci bahkan menganiaya semua mahluk dan ciptaan Allah. Yang boleh kita musuhi adalah iblis yang berada di dalam diri para perusak itu dan bukan orangnya. Jadi yang kita perangi adalah iblis yang bercokol dan menjadi majikan orang-orang yang berbuat kerusakan. Tetapi di dalam cara kita memusuhi iblis atau iblis yang berbadan manusia harus mengikuti kaidah-kaidah yang diatur oleh Allah, sehingga peperangan dengan iblis tidak mengatasnamakan diri sendiri tetapi atas nama Allah.
Harap diingat, perjalanan manusia dalam mengarungi hidupnya dijalani melalui kebiasaan-kebiasaan yang dibentuk sejak kita di kandungan hingga ke liang lahat. Kebiasaan-kebiasaan itulah yang membentuk kita hingga saat ini. Jadi perjalanan tahap kepimpinan itu dapat kita masuki dan tempuh, apabila sejak dari masa kanak-kanak, remaja, dewasa,hingga sufi kita sudah mengenal dan merasakan ditempa sebagai seorang pemimpin, Dan masa pembekalan kepemimpinan yang paling kritis justru terjadi pada masa kanak-kanak dan remaja. Apabila masa-masa itu dapat dilalui dengan selamat dan sukses, insyaallah tahap kepemimpinan akan dapat dijalani dengan mudah dan berkah.
Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana nasib orang-orang yang memilih berhenti khususnya di tahap pemberontakan ?? Apakah mereka merasakan kebahagiaan, kenikmatan atau bahkan ridho Allah ?? Dapat dipastikan, karena mereka memilih eforia dan hura-hara yang timbul di tahap pemberontakan, mereka akan mudah disusupi iblis, yang artinya akan dijauhi oleh ketenteraman, kebahagiaan ataupun barokah Allah swt. Yang mereka dapatkan adalah sekedar kesenangan dunia yang sifatnya menipu dan sesaat serta tidak mampu mendatangkan kebaikan dan nikmat Allah baik di dunia dan akherat. Hal itulah yang dijanjikan Allah kepada iblis ketika mereka minta balasan atas ibadah yang mereka lakukan sebelum dilaknat oleh Allah, yaitu dunia seisinya.
Jadi sudah benarkah apabila kita harus berbuat baik, menyayangi dan mendoakan kepada mereka yang berbuat dhalim kepada kita?? Tentu saja jawabannya adalah benar. Karena bagi orang yang gemar mendhalimi orang lain, sebenarnya mereka juga berbuat dhalim kepada dirinya sendiri. Mereka menyadari berbagai kekurangan dan keburukannya tetapi tidak mampu untuk memperbaikinya. Sehingga yang dia lakukan adalah mengurangi atau meminta hak atau kemampuan orang lain untuk menambal kekurangannya. Tapi itu adalah perbuatan sia-sia. Kehidupan kita tidak pernah meningkat sebelum kita mengubah dari orang yang kekurangan ( suka meminta ) menjadi orang yang kaya ( suka memberi ). Kita tidak akan memperoleh sisi baik kehidupan dengan cara mengambilnya, tetapi kita akan memperolehnya jika kita berkontribusi dan memberi. Bagi kita yang suka memberi, didhalimi orang adalah saat yang tepat bagi kita untuk memberi sedekah bagi orang-orang yang kekurangan hal-hal yang baik dan bermanfaat dalam kehidupannya.
Orang-orang yang gemar membuat kerusakan, juga termasuk orang-orang yang tidak bisa berdamai dan menerima dirinya sendiri. Mereka kesulitan untuk menyayangi dirinya, (karena adanya penolakan terhadap dirinya oleh dirinya sendiri), apalagi untuk menyayangi orang lain. Jadi sudahlah tepat bila kita harus berlaku kasih kepada mereka yang berbuat jahat kepada kita, karena mereka memang haus akan kasih sayang.
Mendoakan orang lain adalah ajaran yang kita terima sejak kita kecil. Orang-orang yang kejam, bengis, iri, dengki dan dendam adalah orang-orang yang kecerdasannya belum berkembang, khususnya adalah kecerdasan emosional dan spiritual. Boleh jadi mereka memiliki kecerdasan fisik dan intelektual yang cukup tetapi mereka bodoh di kecerdasan emosional dan spiritual. Padahal kesuksesan lebih ditentukan oleh perkembangan kecerdasan emosional dan spiritual. Mereka yang mengidap penyakit hati, maka hatinya akan gelap dan kotor yang sering digambarkan sebagai gudang tempat penyimpanan barang-barang tidak berguna dan tak bernilai. Semakin banyak penyakit hati yang dipunyai, semakin gelap hati mereka , yang akhirnya bisa jadi hati mereka akan seluruhnya berupa gudang yang gelap, kotor dan bau. Akhirnya sinar kebenaran yang menggambarkan sifat-sifat Allah enggan untuk datang bertandang. Kalau sudah demikian hati mereka benar-benar tertutup oleh kegelapan yang dibawa oleh iblis dan dijauhkan dari cahaya kebenaran Allah dan mata hati atau nurani mereka telah mati. Dan hanya Allah lah yang dapat dan berkenan membuka tabir hitam pekat yang menyelimuti hati mereka. Untuk itulah kita diminta untuk mendoakannya agar bisa diampuni dan diberi petunjuk oleh Allah, sehingga dapat kembali ke jalan yang lurus lagi. Mudah-mudahan mereka yang suka berbuat keburukan bisa segera bertobat, apalagi bagi mereka yang suka mendhalimi orang lain, disamping tobat sebagai perwujudan permohonan ampun kepada Allah, mereka juga harus bersusah payah meminta maaf kepada orang-orang yang mereka dhalimi. Masalahnya, orang yang pernah didhalimi tidak mudah dan belum tentu ihlas memberi maaf. Meskipun secara ucapan mereka sudah memberi maaf, tetapi apabila hati mereka tidak ihlas maka kesalahan itu secara hakekat belum termaafkan. Dan jangan kita lupakan, ada hukum alam yang disebut hukum kekekalan energi. Siapa yang menabur kebaikan akan menuai kebaikan pula secara berlipat-lipat. Sebaliknya, siapa yang menabur keburukan akan menuai keburukan yang teramat pedih. Di dunia ini tidak ada yang gratis, siapa yang menebar, dialah yang menuai dan harus dibayar di dunia ini plus di akherat.
Jika demikian, sungguh ucapan dan ajakan pak ustad tidak ada yang salah dan insyaallah, akan merupakan sarana ibadah dan sedekah bagi kita serta mudah-mudahan menjadi bekal kita di kehidupan yang lain. Amin.

Sabtu, 19 September 2009

KEAJAIBAN KEHIDUPAN

KEHIDUPAN TIDAK SELALU ADIL

Bukan rahasia lagi, jika kita sering menyaksikan hal-hal buruk terjadi pada orang-orang baik, bahkan terjadi pula pada orang yang kita anggap tidak layak menerimanya. Sebaliknya, kadang-kadang kita melihat hal-hal baik menghampiri pada orang-orang yang tidak layak mendapatkannya. Tidak heran apabila orang akan beranggapan bahwa hidup sepertinya berjalan tidak adil dan tidak masuk akal. Tetapi harus diingat, matahari dan hujan memberikan miliknya kepada orang yang jujur dan bohong, orang jahat dan baik.
Kenyataan ini, mengenalkan kita pada suatu kondisi dimana kita tidak dapat menghapuskan rasa sakit dari kehidupan kita. Yang dapat kita lakukan adalah belajar menyikapi dan mengatasinya dengan cara yang efektif. Seperti kata orang bijak, “ Rasa sakit memang tak terelakkan, tetapi menganggapnya sebagai penderitaan adalah suatu pilihan “. Kita dapat bertekad dengan tidak membiarkan rasa sakit itu menghancurkan kita serta mau menerimanya sebagai suatu kenyataan kehidupan dan kita yakin dapat berkembang karenanya. Semua yang menyakitkan akan melatih kita dan memberikan pelajaran yang berharga. Kesuksesan sesungguhnya ditentukan oleh seberapa baik kita mengatasi kesulitan, apakah kita akan melarikan diri atau menghadapinya, apakah kita akan menyerah atau ingin menaklukkannya. Kita hidup dalam dunia yang tidak sempurna dan bersama dengan orang yang tidak sempurna. Tidak ada seorangpun yang dapat menjanjikan kepada kita kehidupan yang bebas dari rasa sakit atapun kekecewaan dan semua orang pasti mengalaminya. Ini bukan masalah tentang apakah mereka mengalami ketidakadilan tersebut, tetapi bagaimana mereka menyikapi dan menjalaninya.

KEBERANIAN SEHARI-HARI

Diri kita akan menjadi apa, bukan tergantung pada keadaan atau kondisi yang kita hadapi, melainkan tergantung pada pilihan keputusan yang kita ambil. Kita dapat menyerahkan kehidupan ditentukan oleh keadaan yang menimpa kita. Kita merasa puas apabila kehidupan mendukung kita dan akan menggerutu bahkan mengumpat habis-habisan apabila keadaan menjadi buruk. Padahal kita sebenarnya punya pilihan untuk menyerah pada keadaan tersebut atau kita siap dan bersemangat menghadapinya dengan berani. Keberanian adalah kualitas manusia yang utama dan tidak terhubung secara otomatis dengan orang-orang terkenal dan hal-hal yang besar, tapi justru berupa keberanian sehari-hari. Keberanian sejati akan mampu menerima kehidupan seperti apa adanya meskipun mengandung segala kesulitan dan penderitaan yang memang merupakan bagian dari eksistensi manusia. Diperlukan keberanian dari hari ke hari untuk menemukan sesuatu yang sungguh-sungguh positif mengenai arti kehidupan, sehingga kita mampu menjalaninya secara sadar dan utuh demi menggapai kebahagiaan dan kecintaan. Kehidupan itu sulit dan tidak selalu adil, tetapi tidak berarti kehidupan tidak bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan, memuaskan dan dapat dinikmati.

KEHIDUPAN ITU JUGA MENYENANGKAN

Kehidupan mungkin sulit dan kadang-kadang tidak adil, tetapi tidak berarti sebagai sesuatu yang tak tertahankan atau mengenaskan sehingga kita tidak dapat menikmatinya. Humor merupakan hal yang sangat membantu menjadikan hidup yang berwarna gelap menjadi lebih terang meskipun sesaat. Kita butuh pengalihan ketika badai menghampiri kita dan pilihannya adalah humor. Selingan bermain ternyata memberi manfaat yang luar biasa sebagai pengurai ketegangan, pemunculan ide dan penyederhanaan hidup. Telah terbukti bahwa gelak tawa mampu menyembuhkan berbagai penyakit kronis melebihi obat paten. Tidak terdapat kegembiraan dalam pengobatan, tetapi banyak pengobatan dalam kegembiraan.

KITA HIDUP BERDASARKAN PILIHAN, BUKAN KESEMPATAN

Tuhan tidak pernah bertanya kepada seseorang apakah dia akan menerima kehidupannya. Ini bukanlah suatu pilihan, kita harus menerimanya. Satu-satunya yang bisa dipilih adalah bagaimana menjalaninya. Ketika orang ditanya apa arti kehidupan dan alasan keberadaannya di muka bumi, dapat dipastikan hanya segelintir orang yang mampu menjawab secara sadar dan berdasarkan pilihannya sendiri. Kita sudah terlalu lama dijejali dengan berbagai pilihan oleh lingkungan bahkan oleh orang-orang dekat kita. Tanpa terasa kita menjalani kehidupan bukan atas dasar pilihan kita, sehingga susah untuk memahami kehidupan dengan baik, menerima dengan apa adanya apalagi untuk dapat menjalaninya dengan efektif. Padahal Tuhan memberi kebebasan untuk menentukan nasib kita sendiri dengan memilih kehidupan seperti apa yang akan kita jalani. Kebebasan menentukan dan kekuatan untuk memilih, benar-benar merupakan anugerah yang tak ternilai, meskipun banyak manusia yang tidak menyadari dan menggunakannya. Tetapi ketika kita sanggup membuat pilihan yang lebih baik, maka kehidupan
kita secara otomatis juga makin baik.
MENENTUKAN PILIHAN
Kalau kita amati, pada tingkat tertentu ternyata tidak ada perbedaan antara manusia dan hewan. Mereka makan, minum, berlindung dan berkembang biak. Semua itu disebut naluri. Tujuan utama mereka adalah bertahan hidup. Mereka bereaksi terhadap kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dan dikondisikan oleh lingkungan sehingga mereka sangat mudah untuk dilatih dan dikendalikan. Tetapi manusia diciptakan dengan kondisi dan kapasitas yang terbaik dibanding dengan mahluk lainnya. Kita mempunyai lebih dari sekedar naluri, kita memiliki kemampuan untuk memilih. Dengan kemampuan itu manusia jauh meninggalkan binatang atau mahluk lainnya dan dapat mengubah kehidupannya dari sekedar bertahan hidup menjadi menikmati hidup. Titik awal kehidupan yang lebih baik adalah menyadari bahwa kita mempunyai pilihan dan bukan kesempatan. Yang penting bukan apa yang terjadi, tetapi bagaimana kita berurusan dan menyikapi apa yang terjadi.
Kehidupan sesungguhnya merupakan serangkaian pilihan yang kita lakukan setiap hari. Jika kita tidak membuat pilihan maka seseorang atau suatu keadaan akan membuatkan pilihan untuk kita. Tidak ada sesuatu pun yang terjadi sampai pilihan-pilihan itu dibuat. Kesalahan besar yang sering dilakukan orang adalah berpikir bahwa hidup adalah serangkaian keharusan. Mereka harus ke sekolah, ke tempat kerja, menjalani aktivitas yang teroganisir dan banyak hal lainnya. Padahal, apabila kita menyadari bahwa sesungguhnya pada akhirnya yang membuat semua keputusan itu adalah kita dan apabila itu kita lakukan maka kita mulai menerima tanggung jawab yang besar bagi kehidupan kita sendiri.
PILIHAN-PILIHAN YANG PENTING
Bukan merupakan pilihan kita untuk dilahirkan di dunia dan bukan pula merupakan pilihan kita jika suatu hari nanti kita mati. Namun, waktu di antaranya yang kita sebut hidup, menyediakan pilihan-pilihan yang tak terhitung jumlahnya. Ada pilihan yang sifatnya umum, seperti memilih teman, karir, gaya hidup, musik dan sebagainya. Sementara itu ada pilihan-pilihan yang sangat penting yang harus kita putuskan, yaitu memilih karakter, tata nilai, hubungan dengan orang lain, menyikapi kesulitan, keinginan belajar, tujuan hidup, keyakinan dan sebagainya. Namun sering kesempatan memilih terbuang percuma karena tidak kita gunakan, hal itu disebabkan karena kita tidak menyadari memilikinya. Hal terpenting yang harus dipahami adalah kita selalu membuat pilihan-pilihan setiap saat dan kita merupakan hasil dari pilihan-pilihan kita sendiri. Jadi, tidak salah apabila kita katakan bahwa kita tidak diciptakan untuk hidup berdasarkan kesempatan, tetapi kita diciptakan untuk hidup berdasarkan pilihan.
SIKAP ADALAH PILIHAN YANG BERHARGA
Ketika penderitaan menimpa kita dan mampu menghancurkan daya tahan dan daya juang kita maka buru-buru ambil sikap dan pegang erat baik-baik sebagai senjata terakhir untuk menata diri dan bangkit melawan keterpurukan. Tidak peduli sehebat apa badai yang datang, kita tak akan membiarkannya menjadikan kita sebagai korban, karena kita punya kemampuan untuk memilih sikap dan cara mengatasinya. Kuncinya adalah mengetahui bahwa kita akan menjadi apa, tergantung dari keputusan dari dalam diri kita. Dan keputusan itu adalah suatu tekad untuk memberikan upaya yang terbaik yang kita miliki meskipun harus menghadapi kasulitan bahkan kehilangan . Sedangkan pilihan lainnya adalah membiarkan keadaan menghancurkan kita.
Sikap jauh lebih penting dari pada kecerdasan, pendidikan dan bakat khusus. Berdasarkan penelitian 85 % kesuksesan ditentukan oleh sikap kita sedangkan 15 % lainnya oleh kemampuan. Titik awal kesuksesan adalah membentuk sikap yang baik. Tidak salah apabila dikatakan bahwa untuk mengubah kehidupan manusia, harus diubah terlebih dahulu sikapnya.
Sikap sering digambarkan sebagai suatu kerangka berpikir dan perasaan tentang diri sendiri, orang lain, keadaan dan kehidupan pada umumnya. Sikap juga dapat berupa cermin dari apa yang ada di dalam yang terefleksikan ke luar sebagai perkataan dan perbuatan. Sehingga suatu sikap yang baik akan mendatangkan hasil yang baik sedang sikap buruk mendatangkan penderitaan.
Yang perlu diingat adalah bahwa dunia tidak akan memanjakan kita, juga tidak akan menyesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan kita. Kita harus membentuk sikap yang menggambarkan adanya tanggung jawab kita untuk menyesuaikan dengan cara-cara sedemikian rupa sehingga semua kebutuhan kita akan tercukupi. Kita tak dapat mengubah situasi yang terjadi tapi kita dapat mengubah sikap kita menyesuaikan dengan segala situasi yang ada. Kita dapat belajar mengubah sikap kita karena sikap yang baik atau buruk semuanya dapat dipelajari. Tidak ada seorangpun yang dilahirkan dengan sikap tertentu. Sikap berkembang bersamaan dengan waktu dan kondisi kita sekarang ini adalah hasil dari sikap yang kita pilih sebelumnya.
TIGA CARA HEBAT UNTUK MENYIKAPI KEHIDUPAN
Sikap kita adalah cara kita untuk mendekati kehidupan. Sedangkan cara kita mendekati kehidupan akan menentukan kesuksesan atau kegagalan kita. Terdapat tiga cara hebat untuk mendekati kehidupan yang nantinya akan membuahkan keberhasilan.
Yang pertama adalah berpikir secara terbuka. Sesungguhnya kita tidak akan dapat belajar apapun sampai pikiran kita terbuka terlebih dahulu. Pikiran terbuka adalah suatu sikap bahwa kita bukanlah orang yang sudah mengetahui segala sesuatunya. Kebanyakan kita belajar sedikit dan kemudian berpikir telah mengetahui semuanya. Pikiran kita tertutup dan tak ada sesuatu yang baru yang masuk yang memungkinkan kita untuk belajar. Harap diingat, bahwa tujuan pendidikan bukanlah untuk mengisi pikiran kita tapi untuk membuka pikiran kita. Semakin banyak yang kita pelajari, semakin sedikit yang kita ketahui dan itulah pikiran yang terbuka.
Yang kedua adalah menjadi tuan atas pikiran sendiri. Jangan biarkan dunia sekeliling anda, menguasai anda. Pemikiran kita merupakan sumber yang paling berharga. Sementara itu, masmedia, iklan dan orang lain mencoba mengambil alih pikiran kita. Mereka akan mengambil alih pikiran kita apabila kita mengijinkannya. Padahal , kita dapat memilih pikiran kita sendiri, disertai dengan keyakinan, tata nilai dan prioritas-prioritas kita sendiri. Kita dapat melakukan hal-hal yang benar dan bukan yang sering dilakukan orang lain. Kita perlu mengembangkan dan menghargai karakter kita sendiri dan tidak membiarkannya dibentuk oleh orang atau hal lain. Tidak ada yang dapat membawa kedamaian pada diri kita selain diri kita sendiri.
Yang ketiga adalah berpikir konstruktif. Berpikir positif jauh lebih efektif dari pada berpikir negatif. Tetapi pikiran positif harus dipupuk agar menjadi suatu keyakinan yang sungguh-sungguh. Orang-orang yang sukses dalam kehidupan tidak berpikir mereka bisa tetapi mereka yakin mereka bisa. Keyakinan, dibangun dari kesinambungan cara berpikir positif sebelumnya dan akhirnya menjadi sebuah cara hidup. Dan berpikir konstruktif adalah upaya untuk selalu menyaring dan memilih informasi-informasi yang masuk ke kepala kita yang bersifat positif dan mampu untuk membangun karakter kita.
KEBIASAAN ADALAH KUNCI KESUKSESAN
Satu-satunya perbedaan antara mereka yang gagal dan mereka yang sukses terletak pada perbedaan kebiasaan mereka. Kita adalah penganut kebiasaan dan merupakan hasil dari kebiasaan. Tingkah laku kita dibentuk oleh kebiasaan kita. Pada awalnya kebiasaan kita membentuk semacam benang yang tak terlihat. Tetapi melalui pengulangan, kebiasaan tadi melilit menjadi tali dan kemudian menjadi tambang. Setiap kali kita mengulangi setiap tindakan, kita menambahkan dan menguatkan tindakan tersebut. Akhirnya tindakan yang berulang-ulang akan menjadi kebiasaan kita. Pertama kita membentuk kebiasaan kita, kemudian kebiasaan kita akan membentuk kita.
Seperti halnya pakaian , semua kebiasaan adalah sesuatu yang kita peroleh. Kita tidak lahir dengan salah satu kebiasaan yang kita miliki. Kebiasaan kita berkembang dari waktu ke waktu dan diperkuat kembali melalui pengulangan yang kita lakukan. Kebiasaan adalah bagian dari perkembangan hidup manusia. Tidak seorangpun dapat melarikan diri dari kebiasaannya. Apakah kita menyukai atau tidak, kita adalah budak dari kebiasaan kita. Pada akhirnya kebiasaan yang kita pilih akan membantu kita atau akan melawan kita.
Salah satu masalah besar kita adalah kita tidak pernah cukup menekankan pembentukan kebiasaan-kebiasaan yang baik. Jika kebiasaan yang baik mampu menghantarkan kesuksesan kita di sekolah, maka kebiasaan baik tersebut tentunya akan mampu pula membawa kita kepada kesuksesan di bidang lain kehidupan. Tetapi sayangnya, kebiasaan buruk kita mendapatkan lebih banyak perhatian dibanding dengan kebiasaan yang baik. Sehingga kita perlu mengubah kebiasaan buruk tersebut dan memberikan lebih banyak energi pada pengembangan kebiasaan baik yang kita miliki. Kebiasaan baik membuat perbedaan pada segala sesuatu yang kita lakukan dan hasilkan. Kita tidak akan menjadi sukses dengan mengerjakan hal yang baik dan benar satu kali, kita akan sukses dengan mengerjakannya secara berulang-ulang.
Kebiasaan pada prinsipnya dapat diubah. Terlepas apakah kita sudah tua atau kebiasaan tersebut sudah mengakar sedemikian lama, jika kita memiliki hasrat dan alasan kuat untuk berubah maka kita dapat mengubah semua kebiasaan buruk kita. Tetapi mencoba menghilangkan kebiasaan buruk melalui tekad yang kuat saja tidak akan membuahkan hasil. Ada cara yang lebih efektif, yaitu menggantinya dengan perilaku yang positif. Awalnya kita membuat daftar kabiasaan buruk kita dan kebiasaan baru yang kita inginkan sebagai penggantinya secara prioritas. Satu persatu kita upayakan untuk diubah. Apabila ada yang sudah bisa kita ubah dengan sukses maka kita dapat pindah ke perubahan kebiasaan berikutnya. Untuk mengetahui sukses tidaknya suatu perubahan maka dapat dilakukan dengan pemberian ukuran nilai dan lama waktu yang diperlukan.
KEBIASAAN DAN KARAKTER
Kebiasaan baik membuat perbedaan dalam segala hal yang kita lakukan. Terdapat hubungan antara kebiasaan, karakter dan kesuksesan. Seperti kata George Dana Boardman, " Menabur sebuah perbuatan menuai sebuah kebiasaan, menabur sebuah kebiasaan menuai sebuah karakter, menabur sebuah karakter menuai sebuah takdir". Seperti apa kehidupan yang kita inginkan tergantung pada seperti apa karakter yang kita miliki. Bukan apa yang kita miliki atau cara apa yang kita gunakan untuk meraih sukses tetapi siapa diri kita yang akan mrnjadikan kita sukses. Kebiasaan yang paling penting adalah kebiasaan yang melibatkan hubungan kita dengan orang lain dan dunia sekitar kita. Orang-orang yang memiliki prinsip yang tinggi dan karakter yang baik memiliki kebiasaan seperti integritas,empati,melayani dan komitmen. Mereka tahu bahwa kehidupan yang baik tidak mungkin terjadi jika kita hanya fokus pada diri sendiri. Kehidupan yang baik adalah sesuatu yang diperoleh, bukan dengan mengambilnya dari kehidupan, tetapi dengan memberikan kontribusi pada kehidupan.
Terlalu banyak orang yang terpikat dengan kesuksesan yang dapat dilihat dari luar. Ketika mereka mendapatkannya tetapi tetap berakhir dengan perasaan hampa. Mereka mempelajari cara-cara untuk mendapatkan sesuatu tetapi tidak mengembangkan prinsip-prinsip dan kebiasaan yang menghasilkan perasaan-perasaan bernilai bagi diri dan pemenuhan diri. Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Kesempurnaan, dengan demikian bukanlah tindakan tetapi kebiasaan.
BERSYUKUR ADALAH KEBIASAAN BAIK
Jangan mengeluh karena anda tidak memiliki, tetapi nikmati apa yang anda miliki. Berapa kali dalam sehari anda mengeluh ? Kita jarang berpikir tentang apa yang kita miliki tetapi selalu berpikir tentang apa yang tidak kita miliki. Kita dapat membuat sebuah eksperimen yang sederhana mengenai hal itu. Eksperimen pertama, anda diminta untuk tidak mengeluh selama 24 jam. Eksperimen kedua, buat daftar segala sesuatu yang anda miliki yang membuat anda bersyukur. Eksperimen ketiga, bacalah daftar tersebut tiga kali sehari, yaitu setiap menjelang makan. Jika anda lakukan eksperimen tersebut dengan serius, jangan takjub jika keesokan hari senyum anda tambah sering dan tambah lebar serta tubuh merasa lebih bersemangat. Berarti, rasa syukur telah memberi keajaiban pada jiwa anda. Mengucap syukur bukan hanya kebiasaan, tetapi suatu sikap. Sikap yang mampu menghargai apa yang kita miliki adalah salah satu kunci pemenuhan diri. Kesenangan yang sesungguhnya dimulai dengan bersyukur, seperti halnya berdoa dulu untuk setiap kegiatan yang akan kita lakukan. Anda akan menghargai sesuatu yang anda miliki sampai dengan apa yang anda miliki itu hilang. Bahkan anda akan sangat bersyukur atas sesuatu yang sedikit anda miliki ketika anda berikan kepada orang lain, ternyata mendatangkan kemanfaatan yang besar. Kita dapat belajar tentang kebahagiaan dalam memberi dari pada sekedar menerima dan kita juga belajar lebih banyak mensyukuri atas kelimpahan yang kita miliki.
Prinsip yang paling mendasar dalam kehidupan manusia adalah keinginan untuk dihargai. Tetapi kenyataannya, kita sangat sulit menghargai orang lain secara jujur dan mengatakannya secara terus terang. Kita mempunyai daftar kosa kata yang luas untuk mengajukan keluhan dan menyatakan kemarahan, tetapi lidah kita jadi kaku ketika harus mengekspresikan penghargaan kita. Hal ini terjadi karena kita lebih sering mengucapkan keluhan. Mengucapkan terima kasih merupakan hal yang berbeda dengan menghargai orang lain. Orang sering tidak menyampaikan penghargaan kepada orang lain secara langsung dan ironisnya harus menunggu orang lain tersebut meninggal terlebih dahulu. Ucapan terima kasih kita yang begitu sederhana sangat membantu membuat orang lain bahagia dan merasa dihargai. Belajar menghargai adalah salah satu langkah penting menuju pemenuhan diri secara penuh.
MEMBANGUN KEHIDUPAN BERLANDASKAN RASA HORMAT
Kehidupan itu mulia dan kita wajib menghargainya. Terlalu banyak orang menjalani kehidupan tanpa pernah berpikir tentang arti kehidupan dan nilainya. Penghormatan terhadap kehidupan dapat ditunjukkan melalui rasa cinta dan penghargaan terhadap :
- Hidup itu sendiri
- Tuhan dan seluruh ciptaannya
- Orang lain dan hasrat untuk melayaninya
- Misteri kehidupan yang tak kita mengerti
- Kejujuran dan integritas
Tetapi karena perkembangan gaya hidup yang mengutamakan teknologi dan modernisasi, rasa hormat terhadap kehidupan makin surut. Kebanyakan orang lebih memusatkan perhatian pada diri sendiri dan kurang toleran terhadap orang lain. Kita terlalu memikirkan kepentingan kita, kita selalu ingin menjadi nomor satu.
Orang sukses telah menunjukkan rasa hormat mereka terhadap kehidupan melalui empat cara :
1. Perilaku
Perilaku kita mencerminkan siapa diri kita. Kita dikenal sesuai dengan cara kita memperlakukan orang lain. Dan cara kita memperlakukan orang lain akan selalu menjadi kunci utama yang menentukan seberapa besar kesuksesan yang akan kita capai. Perilaku lebih penting dari pada hukum. Jika kita semua menunjukkan rasa hormat terhadap orang lain , kita tidak memerlukan hukum untuk mengatur tingkah laku kita. Sayangnya, tidak sedikit orang yang tidak menyadari bahwa perilaku yang baik adalah salah satu kunci terpenting untuk mencapai sukses. Apakah kita mau mengakuinya, kita selalu berupaya untuk membuat orang lain terkesan pada diri kita. Tetapi jarang yang tahu bahwa cara terbaik meninggalkan kesan baik kepada orang lain adalah dengan memperlakukan mereka sama dengan cara kita ingin diperlakukan, yaitu dengan rasa hormat dan martabat.
2. Bahasa
Kata-kata seseorang akan selalu mengungkapkan segala hal yang dihargai dalam hidupnya. Boleh dikatakan , tidak mungkin kita menutup-nutupi diri kita. Perkataan kita akhirnya yang akan mengungkapkan apa yang tersimpan dalam hati dan pikiran kita. Hanya perkataan sopan yang keluar dari mulut orang bijak dan orang bodoh akan termakan oleh mulutnya. Namun pada kenyataannya, kita lebih banyak mendengar hal-hal negatif dari pada positif. Mengapa ? Sama alasannya dengan kenyataan bahwa kita lebih banyak mengeluh dari pada bersyukur, karena kita terlalu banyak memusatkan perhatian pada sisi kehidupan yang salah.
3. Menghormati peraturan
Apa yang akan terjadi apabila para pemain sepak bola tidak menaati peraturan yang berlaku? Bagaimana perasaan anda jika anda menaati peraturan sedangkan lawan main golf anda tidak peduli dengan peraturan yang ada ? Merasa dicurangi ? Diperlakukan tidak adil ? Kita memiliki hukum dan peraturan dalam rangka menegakkan keadilan. Mematuhi hukam dan peraturan untuk menunjukkan tenggang rasa dan menghormati hak-hak orang lain. Apa istilah bagi orang yang bermain tidak sesuai aturan ? Pembohong, penipu, pencuri atau pelaku tindak kriminal. Menghormati peraturan berhubungan erat dengan kesuksesan. Orang yang sukses adalah mereka yang menunjukkan rasa hormat dalam segala tindakannya.
4. Menghargai perbedaan
Kebenaran sejati tidak pernah muncul selama kita masih menganggap diri kita adalah pusat alam semesta. Kenyataan yang sering dijumpai menunjukkan bahwa kita masih memiliki kebiasaan untuk menghakimi orang lain. Benjamin Franklin pernah melakukan eksperimen dengan bertekad hanya melihat kebaikan dalam diri orang lain, bukan mencari kejelekan mereka dan hanya mengatakan hal-hal yang baik tentang orang lain. Dan hasilnya sangat menakjubkan, yaitu dia memiliki pandangan positif terhadap orang lain dan sekaligus memperbaiki hubungan mereka. Tetapi mengapa kebanyakan orang menghakimi orang lain ? Jawabannya sangat sederhana, kita semua memusatkan perhatian pada diri sendiri ( self centered ). Sering kali kita mengritik orang lain karena mereka melakukan hal-hal dengan cara yang berbeda dengan yang kita lakukan. Sebenarnya kita ingin mengatakan bahwa anda tidak bagus karena anda tidak seperti saya dan tidak sebaik saya. Padahal kita adalah hasil pembentukan dari faktor genetik dan pengalaman-pengalaman kita . Tidak seorang pun mempunyai kehidupan yang paling benar. Semakin banyak kita mempelajari dan menghargai perbedaan serta keunikan orang lain. semakin dekat kita pada pencapaian penghormatan terhadap kehidupan kita sendiri.
KEJUJURAN ADALAH ACUAN UTAMA
Kejujuran merupakan acuan utama dalam menjalin aktivitas dan hubungan yang langgeng dapat dibangun. Anda dapat meraih kesuksesan yang anda inginkan dengan cara yang anda pilih, tetapi tanpa kejujuran dan integritas anda tidak akan pernah merasakan ketenangan pikiran dan perasaan berharga pada diri sendiri. Kejujuran adalah unsur paling utama kesuksesan sejati. Kejujuran adalah rasa hormat yang paling tinggi. Kita kebanyakan tidak memiliki kecenderungan untuk menipu atau mencuri, tetapi kita hanya kurang jujur dalam segala hal. Kita beranggapan, sedikit tidak jujur tidak mengapa. Padahal secara lambat tapi pasti, sebenarnya tidak ada istilah sedikit tidak jujur dan kita berusaha untuk menipu diri sendiri. Jika anda ingin benar-benar berhasil dalam hidup ini, kejujuran adalah satu-satunya acuan yang harus dipakai.
Menjadi orang yang jujur tidak bisa terlepas dari faktor integritas. Integritas berasal dari kata integral, yang berarti menyeluruh atau tidak dapat dibagi lagi. Memiliki integritas adalah menjadi orang yang lengkap, jujur dan secara konsisten memiliki standar moral yang tinggi. Ketidakjujuran menghambat pengembangan pribadi maupun sosial kita. Ketidakjujuran menyebabkan kita gagal menyadari potensi kita untuk hidup dengan hati yang damai, memiliki perasaan berharga atas diri kita dan mempunyai hubungan yang sehat dengan orang lain. Namun malangnya setiap hari kita dijejali dengan tawaran-tawaran yang menggiurkan berupa kesuksesan-kesuksesan yang gampang diraih secara instan dan tanpa banyak usaha. Sedikit berbuat curang tidak masalah asalkan cepat dapat meraup keuntungan. Jadi sering kali kita digiring untuk memilih keuntungan dari pada kejujuran. Melebihi apapun, ketidakjujuran menghalangi kita untuk menjadi orang seperti yang kita inginkan. Sama seperti kanker, ketidakjujuran dimulai dengan hal-hal yang kecil dan jika tidak terdeteksi dan dimusnahkan akan menyebar tanpa terkendali dan menghancurkan hidup kita. Ketidakjujuran adalah lingkaran setan. Tindakan ketidakjujuran memunculkan ketidakjujuran yang lain. Jarang seseorang yang berbohong, menipu atau mencuri hanya satu kali saja. Karena jika kita melakukan hal itu, timbul kebutuhan untuk menutupi jejak dan tindakan ketidakjujuran lainnya biasanya dilakukan. Seorang pengemis bisa hidup dengan senang, sementara seorang jutawan bisa menangisi kehidupannya. Ternyata si pengemis dapat hidup dengan apa adanya karena jujur terhadap dirinya sedangkan sang jutawan hidup dalam kepalsuan den seribu topeng yang harus dia pakai setiap harinya. Kita tidak bisa lepas tanggung jawab terhadap tindakan-tindakan kita yang tidak jujur, walaupun sering kali kita pikir bisa. Mungkin ada banyak kesempatan ketika kita tidak tertangkap, tetapi di suatu saat, kita harus membayar atas ketidakjujuran kita. Hal yang perlu diingat adalah adanya hukum kekekalan energi, dimana siapa yang berbuat baik akan dibalas dengan berlipat ganda, sedangkan yang berbuat dhalim akan menuai badai yang sangat pedih.
KATA-KATA MANIS MENGHASILKAN BANYAK KEAJAIBAN
Kata-kata yang manis tidak saja enak kedengarannya tetapi mampu memberikan efek yang luar biasa bagi yang menerimanya. Sebuah eksperimen dilakukan untuk melihat, apakah kritik yang membangun lebih bermanfaat daari pada sebuah pujian yang disertai senyum ihlas. Kita semua membutuhkan kritik sebagai masukan. Seperti halnya semua tampilan yang ada di dashboard, fungsinya adalah memberi masukan kepada kita akan hal-hal yang bisa berakibat fatal apabila kita mengabaikannya. Tidak ada yang marah jika kita diberi tahu tentang kelemahan-kelemahan nyata yang kita miliki. Tapi semuanya itu tergantung pada cara dan waktu menyampaikannya. Jika waktu dan caranya tidak tepat, bisa-bisa menimbulkan kesalahpahaman, bahkan pertengkaran. Beda dengan kata-kata pujian atau dorongan, kecil kemungkinan apabila di sampaikan akan menimbulkan penolakan. Sebaik-baiknya sebuah kritik, apabila tanpa kadang-kadang sebuah pujian akan membuat yang menerimanya menjadi lelah. Sebaliknya, kata-kata pujian atau dorongan lebih mampu memotivasi seseorang untuk mau daan mampu mengeluarkan kemampuan terbaik yang dimilikinya meskipun harus dicapainya dengan susah payah.
Afirmasi adalah sebuah kata yang hebat untuk menggambarkan upaya membangun diri orang lain dan menyemangati mereka melalui pujian dan dorongan sehingga mereka mau dan mampu menghasilkan yang terbaik dari dirinya. Kita dapat melatih diri kita untuk melihat hal-hal baik dalam diri orang lain serta mendapatkan alasan dan cara untuk memuji mereka. Kita menimbulkan suatu situasi unik dimana setiap orang menang dan mereka merasa berharga. Contoh orang terkenal yang mampu melakukan afirmasi dengan sangat ahli adalah Abraham Lincoln dan Benjamin Franklin. Mereka memiliki kemampuan bekerja sama dengan baik dengan semua tipe orang dan memunculkan hal-hal terbaik yang terdapat pada diri orang lain.
MOTIVASI MUNCUL DARI DALAM
Tidak peduli siapa anda atau berapa umur anda, jika anda ingan mencapai kesuksesan yang nyata dan berkesinambungan, pilihlah motivasi yang berasal dari dalam diri anda. Motivasi adalah konsep yang sering disalahartikan dan dicampuradukkan dengan stimulasi. Stimulasi adalah suatu dorongan untuk pembakaran semangat yang sifatnya sementara dan dalam waktu singkat. Jika stimulasi diberlakukan untuk masa yang panjang maka tidak akan memberikan hasil yang memadai. Untuk itulah mereka butuh motivasi yang bisa memberi dorongan dalam jangka waktu yang lama dan dapat membantu mereka menghadapi kehidupan yang nyata. Namun kenyataannya, kita sering mendapati, ada orang yang bisa termotivasi sedangkan yang lain tidak. Hal ini sering menimbulkan misteri bagi para motivator. Terlepas dari semua misteri yang ada, kita perlu tahu dua hal tentang motivasi. Yang pertama, orang-orang sukses menerima tanggung jawab sepenuhnya atas hidup mereka sendiri. Itu berarti mereka tidak menunggu orang lain untuk memotivasi mereka, mereka mampu melakukannya sendiri. Hal kedua adalah arti kata motivasi menggambarkan sesuatu yang ada di dalam diri seseorang dan bukan yang ada di luar, yang menyebabkan seseorang bertindak. Dengan kata lain, bahwa semua tindakan kita mempunyai motif atau alasan yang berasal dari dalam diri yang paling dalam. Sehingga stimulasi-stimulasi yang berasal dari luar yang sifatnya sementara tidak akan membawa hasil seperti yang kita harapkan.
Terdapat tiga kunci utama untuk memotivasi diri anda. Yang pertama adalah hasrat. Hasrat adalah awal semua pencapaian dapat tumbuh berkembang. Hasrat menentukan apakah kita akan mencapai sesuatu yang biasa-biasa saja atau sukses dalam kehidupan. Adalah hasrat dan bukan kemampuan yang membedakan orang biasa dengan orang yang sukses. Orang-orang yang mempunyai hasrat membara, hampir tidak mungkin dimatikan hasratnya. Semakin membara, semakin besar tekad yang dimiliki dan semakin besar peluang untuk sukses. Aspek penting dari hasrat adalah komitmen. Yaitu, janji yang kita buat untuk ditepati oleh diri sendiri. Inilah yang membuat kita terus berjuang dalam keadaan tersulit sekalipun dan yang membuat kita pantang menyerah.
Yang kedua adalah keyakinan. Kesempatan anda untuk meraih sukses dalam bentuk apapun dapat selalu diukur dari besarnya keyakinan anda pada diri sendiri. Saat ini kebanyakan dari kita sedang menderita suatu penyakit yang menahun dan sewaktu-waktu bisa akut. Penyakit ini mampu membuat kita lumpuh dan bahkan bisa mematikan serta bersifat menular. Hal aneh mengenai penyakit tersebut adalah hampir tak seorangpun yang menyadari kalau mereka terjangkit. Penyakit tersebut dikenal baru-baru ini dengan sebutan AUTiS ( Alasan Untuk Tidak Sanggup ). Kita selalu membuat alasan-alasan yang dirasa cukup masuk akal untuk menjelaskan bahwa kita mempunyai banyak hambatan dan keterbatasan untuk memulai atau menuntaskan segala sesuatu. Padahal, kalau kita selalu mencari-cari alasan mengapa tidak bisa melakukan sesuatu maka kita tidak akan pernah mendapatkan alasan mengapa kita bisa. Satu-satunya batasan yang kita miliki adalah batasan yang diberikan oleh orang lain atau batasan yang sengaja kita buat sendiri.
Yang ketiga adalah gambaran mental. Anda harus dengan jelas melihat sesuatu gambaran di benak anda sebelum anda dapat mewujudkannya. Joseph Strauss, seorang insinyur memandang teluk yang terbentang di depannya dan dalam benaknya dia membentuk gambaran jembatan indah yang menghubungkan kedua sisi teluk tersebut. Semakin sering dia memikirkannya, semakin jelas gambaran tersebut. Saat ini telah terbentang suatu jembatan yang indah dan begitu fenomenal yang dikenal sebagai jembatan Golden Gate. Hal ini bisa terwujud karena adanya gambaran mental yang secara terus menerus diperkuat. Semakin jelas dan semakin sering kita menggambarkan diri kita melakukan dan meraih sesuatu, semakin besar kemungkinan itu terjadi.
TUJUAN ADALAH CITA-CITA DENGAN BATAS WAKTU
Orang-orang yang mempunyai tujuan, menjadi sukses karena mereka tahu kemana mereka akan pergi. Motivasi dan tujuan merupakan sebuah gabungan yang serasi dan sinergi. Ketika kita mengkombinasikan motivasi dan tujuan kita, hampir tidak ada sesuatupun yang dapat menghentikan kita. Semua pencapaian, tidak peduli besar atau kecil, awalnya sebagai suatu tujuan yang kemudian diberi minyak pembakar bernama motivasi. Ada banyak cara untuk mendefinisikan kesuksesan. Definisi sukses, secara sederhana adalah pencapaian tujuan yang layak untuk dicapai secara bertahap. Kesuksesan tidak terjadi dengan kebetulan, tetapi kesuksesan terjadi karena dirancang. Apa yang manusia pikirkan dan yakini adalah sesuatu yang dapat dicapai. Hidup tanpa tujuan seperti bepergian tanpa tujuan, hasilnya adalah tidak kemana-mana. Sayangnya, kita tidak pernah diberi pelajaran untuk menentukan tujuan hidup kita. Padahal kesuksesan hidup kita selalu diawali dengan suatu tujuan yang spesifik yang didukung dengan hasrat yang kuat.
Manfaat memiliki tujuan dalam kehidupan kita :
1. Motivasi
Tujuan adalah awal timbulnya motivasi yang mendorong kita untuk mencapainya.
2. Kemerdekaan
Tujuan membantu kita untuk mengendalikan kehidupan kita sendiri. Dari pada mengikuti petunjuk orang lain atau kondisi yang ada, memiliki tujuan membawa kita untuk memenuhi ambisi-ambisi kita.
3. Arah dan arti
Tujuan memberikan arah dan arti menjelaskan alasan-alasan tujuan kita karena harus sesuai dengan apa yang kita inginkan.
4. Kegembiraan
Tujuan merupakan obat dari rasa kebosanan karena tidak adanya tujuan baru atau tujuan lama belum sepenuhnya tercapai. Tujuan membuat kehidupan kita lebih menyenangkan, menarik dan menantang.
5. Pemenuhan diri
Menetapkan tujuan membantu kita untuk melihat hal-hal yang mungkin kita lakukan. Setiap pencapaian tujuan membantu kita untuk lebih yakin kepada kemampuan diri sendiri dan mengarahkan kita pada tujuan baru yang memacu kemampuan kita.
Menetapkan tujuan dapat dilakukan melalui pendekatan sebagai berikut:
1. Memahami perbedaan antara harapan dan tujuan
Kesuksesan biasanya digambarkan sebagai menjadi orang kaya, terkenal atau bahagia. Itu bukan tujuan, itu adalah harapan. Harapan adalah tujuan yang kualitatif yang kita harapkan terjadi pada kita. Sedangkan tujuan adalah gambaran yang jelas akan sesuatu yang akan kita raih dan kita akan mengupayakannya dapat terwujud melalui kerja keras, disiplin diri dan manajemen waktu yang baik.
2. Buatlah tujuan secara spesifik
Kita membuat rencana rinci atas pembangunan suatu gedung atau rencana pernikahan, tapi apakah kita membuat rencana untuk kehidupan kita ?? Ini yang disebut tujuan. Menuliskan daftar tujuan hidup merupakan aktivitas investasi yang seharusnya kita lakukan. Kita dapat membuatnya dengan pilihan-pilihan yang menyenangkan dan menantang. Tulislah tujuan spesifik anda dan tetapkan batas waktunya. Semakin akurat anda membuatnya, semakin besar komitmen yang anda buat. Yang perlu dipertimbangkan adalah langkah-langkah apa yang anda perlukan untuk mencapai tujuan tersebut ? Halangan-halangan apa yang harus diatasi ? Bantuan dari siapa yang anda perlukan ? Apa yang perlu anda pelajari dan siapkan ? Semakin akurat kita merancangnya, semakin jelas gambaran pencapaiannya.
3. Golongkan dan seimbangkan tujuan anda
Salah satu kunci keberhasilan kehidupan adalaah menjalaninya secara seimbang. Memiliki tujuan hanya dalam saatu kategori. menjadikan kita seperti memakai kaca mata kuda dan memungkinkan kita gampang putus asa apabila tidak tercapai. Membagi tujuan menjadi beberapa kaategori menjadikan hidup kita lebih bervariasi dan menarik. Anda dapat menyusun tujuan anda berdasarkan gabungan dari kategori-kategori sebagai berikut :
- Pendidikan
- Karier
- Pendapatan
- Barang-barang yang perlu dimiliki
- Keluarga
- Kesenangan/petualangan
- Olah raaga
- Pertumbuhan pribadi
- Spiritualitas
- Pembelajaran
- Bepergian
4. Tinjau dan perbaiki tujuan secara teratur
Setelah anda membuat daftar tujuan anda, tempelkanlah atau letakkanlah di tempat yang mudah untuk dibaca atau dilihat. Kita perlu sering melihat tujuan kita , paling tidak seminggu sekali. Dengan sering melihat, berarti sering memikirkan dan semakin jelas memberikan gambaran mental untuk pencapaiannya. Membayangkan secara teratur tujuan kita akan membantu mengarahkan kita untuk memusatkan perhatian pada sasaran-sasaran kita. Juga merupakan ide yang baik untuk meninjau dan mamperbaiki daftar tersebut paling tidak setahun sekali. Jika sesuatu yang sudah kita tulis sebelumnya tidak lagi menjadi suatu tujuan, sebaiknya dievaluasi dan diganti dengan tujuan lainnya yang lebih tepat dan prioritas.
TIDAK ADA PENGGANTI DENGAN KERJA KERAS
Hadiah terbaik yang ditawarkan kehidupan adalah kesempatan untuk bekerja keras bagi sesuatu yang pantas untuk diperjuangkan. Motivasi adalah sesuatu yang luar biasa, tujuan-tujuan adalah sesuatu yang hebat, tetapi tidak akan terjadi apa-apa sampai kerja keras dilakukan. Jika sesuatu itu merupakan hal yang hebat untuk dicapai, maka hal itu pantas untuk diperjuangkan mati-matian. Jadi, kesuksesan membutuhkan keuletan dan datang kepada orang-orang yang tidak takut menghadapi tantangan, kerja keras bahkan kegagalan. Kerja keras memberikan imbalan dan keuntungan lain, seperti :
1. Kerja keras membantu kita untuk menyadari segala potensi yang kita miliki. Kerja keras mambantu kita untuk melihat apa yang mungkin kita capai. Kesuksesan membangun percaya diri, percaya diri menghasilkan banyak kesuksesan.
2. Kerja keras mengajari kita untuk berani menghadapi kehidupan. Kehidupan itu sulit, kita harus memilih untuk menghadapi dari pada meratapinya.
3. Kerja keras membuat kita merasa lebih baik. Tidak ada perasaan yang lebih hebat dari pada puas telah menyelesaikan suatu tugas dengan baik dan melalui usaha yang maksimal.
4. Kerja keras membangun karakter. Upaya-upaya maksimal yang kita lakukan secara teratur akan memunculkan sisi terbaik kita dan membentuknya sebagai sebuah karakter.
5. Kerja keras membuahkan rasa hormat orang lain. Kita dikagumi karena memberikan yang terbaik secara konsisten dan itu akan mendatangkan keyakinan dan kepercayaan orang lain.
6. Kerja keras menambah makna kehidupan. Bekerja untuk mencapai tujuan adalah suatu pengalaman hidup yang berharga dan bermakna.
7. Kerja keras menjadi kebiasaan. Kebiasaan adalah kunci kesuksesan dan kerja keras yang dilakukan secara teratur dan ihlas akan membentuk sebuah kebiasaan.
8. Kerja keras itu sehat. Bila kita kerja keras, kita menggunakan pikiran dan tubuh kita secara produktif. Para pekerja keras hidup lebih sehat dan panjang umur.
Semua orang setuju bahwa kesuksesan bukan dihasilkan dari keberuntungan atau bakat istimewa tetapi terjadi karena mereka berupaya keras membuatnya terjadi. Terlalu banyak orang menempatkan dirinya pada posisi sedang-sedang saja dalam kehidupan, padahal mereka mempunyai potensi untuk lebih dari itu. Tetapi godaan untuk mengambil jalan pintas untuk menghindari kerja keras kerap dipilih banyak orang. Mereka memfokuskan perhatian pada konsumsi dan bukan pada produksi. Mereka lebih berorientasi pada, kesenangan sesaat dari pada kepuasan jangka panjang. Tapi mereka menemukan fakta yang menyakitkan bahwa kehidupan tidak bisa ditempuh tanpa kerja keras. Tidak ada jalan pintas, akal-akalan, muslihat atau rahasia khusus untuk meraih sukses dalam sekejap. Yang ada hanyalah kerja keras dan tak ada pengganti untuk itu.
Tetapi kita harus juga memahami bahwa bekerja keras, tidak berarti menjauhkan diri dari bersenang-senang. Bekerja dan bersenang-senang, bukanlah sesuatu yang bertentangan. Bahkan kita harus mengupayakan untuk mendapatkan kesenangan dari pekerjaan kita. Kita dapat tertawa, bermain dan bersenang-senang katika kita bekerja.
MENGORBANKAN SESUATU UNTUK MENDAPATKAN SESUATU
Putuskan apa yang anda mau, putuskan apa yang akan anda tukarkan dengan itu, tetapkan prioritas anda dan bekerja keras untuk meraihnya. Menetapkan tujuan, memotivasi diri, bekerja keras dan tambahkan disiplin diri maka anda akan mendapatkan kesuksesan yang lebih banyak lagi. Disiplin diri sering disalahartikan. sebagai pembatasan diri. Orang yang disiplin juga diartkan salah, sebaga orang yang kaku dan tidak fleksibel. Disiplin diri sebagai definisi yang benar adalah pelatihan yang memperbaiki, membentuk, menguatkan dan menyempurnakan. Disiplin diri berarti pelatihan diri sendiri untuk mencapai sesuatu. Anda merencanakan, berkomitmen menaatinya, kemudian anda mengupayakannya secara maksimal meskipun anda kadang tidak ingin melakukannya karena imbalan atas kerja keras anda jauh melebihi kesenangan sesaat yang harus anda tinggalkan.

Jumat, 18 September 2009

HIDUP TIDAK SELALU INDAH

Kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan kita. Ketika kita mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, hidup terasa menyenangkan, cukup adil dan menggairahkan. Tidak ada rasa sakit atau penderitaan, mungkin akan membuat kita santai, hidup terasa mudah, bahkan ingin hidup sepanjang masa. Namun sayang sekali, kita tidak selalu mendapatkan segala sesuatu sesuai keinginan kita. Kenyataan bahwa hidup dapat mengecewakan membantu kita untuk mendapatkan pelajaran yang sangat berharga tentang bagaimana seharusnya kita menghadapi kenyataan kehidupan. Kenyataan adalah suatu kebenaran besar yang mendidik kita untuk menghadapi dan bertanggung jawab atas segala kejadian yang menimpa yang merupakan hasil ulah kita di masa lalu dan rencana Tuhan di masa datang. Jika kita tidak mengerti atau tidak mau menerima kehidupan dengan apa adanya, maka dapat dipastikan kita akan terus mengeluh dan masih berharap akan sesuatu hasil yang lain yang berbeda dengan realita. Ini adalah suatu pelajaran yang penting, ketika kehidupan tidak selalu memanjakan kita dengan keberhasilan dan kemenangan, kita mulai belajar untuk menerima tanggung jawab diri sendiri dari pada harus menyalahkan orang lain.
Begitu kita telah mampu menerima dan memahami kenyataan bahwa kehidupan tidaklah mudah dan kadang nampak kelabu, lebih mudah rasanya bagi kita untuk menjalani hidup secara efektif. Perbedaan utama di antara orang yang sukses dan gagal adalah cara pendekatan mereka untuk mengatasi kesulitan. Orang yang gagal mencoba menghindari masalah-masalah mereka atau mencari jalan keluar lain yang tidak memecahkan masalah, bahkan menambah masalah. Orang sukses siap menerima setiap masalah yang datang dan menghadapinya untuk berupaya memecahkan meskipun harus mengalami penderitaan.

HIDUP ADALAH PERJUANGAN

Ketika manusia dilemparkan ke alam dunia, serta merta berlakulah hukum alam yang berupa perjuangan untuk hidup melalui aktivitas syariat yang keras dan susah payah seperti yang telah ditanyakan malaikat kepada Allah. Malaikat pernah menanyakan kepada Allah, tentang kemampuan dan tata nilai manusia untuk mampu menerima tanggung jawab sebagai Khalifatullah fil ard, padahal manusia memiliki kecenderungan untuk membuat kerusakan dan pertumpahan darah karena kebodohan dan kemalasan mereka. Kebodohan akan membuat manusia cenderung menghalalkan segala cara, sedangkan kemalasan membuat manusia selalu mencari jalan pintas. Manusia sering lupa bahwa sesungguhnya alam telah mengajarkan kepada kita, bahwa tidak ada sesuatu di dunia ini yang diproses secara instan/otomatis tanpa melalui kerja keras dan cerdas yang selalui disempurnakan dari waktu ke waktu. Semuanya memerlukan perjuangan tanpa henti sepanjang hidup manusia dan alam semesta. Kebutuhan akan perjuangan adalah perangkat cerdas yang dapat ditawarkan atau dipaksakan oleh alam kepada manusia, untuk memperluas, mengembangkan atau sekedar menyesuaikan diri dengan keadaan. Perjuangan dapat menjadi cobaan besar atau pengalaman yang luar biasa. Lewat perjuangan, manusia dapat mengekspresikan rasa syukur atas peluang untuk tumbuh dan melatih kesabaran atas hasil yang belum sempurna meskipun kadang berupa kekecewaan atau kegagalan.
Kehidupan, mulai dari kelahiran hingga ajal, merupakan catatan panjang tentang perjuangan yang selalu meningkat sesuai harapan manusia tanpa bisa dihindari oleh siapapun. Untuk mengatasi kebodohan, diperlukan perjuangan belajar seumur hidup sedang untuk menjadi kaya diperlukan kemampuan, semangat dan kerja keras yang fokus. Upaya untuk merawat kesehatan fisik, memerlukan perjuangan abadi mengingat begitu banyaknya musuh kesehatan yang berasal dari luar, terlebih lagi dari dalam diri manusia yang berupa kerakusan dan ketagihan. Ketika kita melihat ke segala arah, maka jarang ada situasi kehidupan yang tidak membutuhkan perjuangan untuk sekedar bertahan hidup atau yang banyak kita harapkan yaitu menikmati hidup.
Untuk mampu mengenali dan memilih bentuk perjuangan, manusia harus menentukan terlebih dahulu tujuan yang jelas dan bermakna. Dengan tujuan itu manusia didorong untuk mengerahkan semua kecerdasan, semangat dan keyakinannya bahkan kemampuan terbaiknya guna meraih tujuan yang didambakan. Disamping itu kemampuan diri yang senantiasa terasah diharapkan dapat memberi manfaat baru kepada manusia dan alam semesta, yang akan menuntunnya kepada takdir hidupnya yang berupa misi kehidupan yang menjadi alasan setiap individu yang dilahirkan. Perjuangan membuat manusia tidak tertidur dengan rasa puas diri dan rasa malas.Perjuangan mendorong manusia untuk memenuhi misi hidupnya secara pribadi dan keterkaitannya dengan peran dirinya sebagai Pemimpin atau wakil Tuhan di muka bumi.