Minggu, 04 Oktober 2009

AQ DAN CALON PACAR Q
( Cerita ini berisikan ide, karangan dan fakta kecil yang dikombinasikan melalui perenungan dan semedi , menjadi untaian perjalanan hidup seorang remaja laki-laki yang sederhana )

Namaku Odi. Aku adalah sosok seorang laki-laki tulen, yang hidup secara laki-laki serta memiliki emosi dan khayalan layaknya seorang pria. Usiaku delapan belas tahun, dengan tubuh setinggi diatas 170 cm, asar ( agak besar ) dengan rambut sedikit ikal. Tak banyak keistimewaan yang aku miliki, tapi ada yang dapat aku banggakan, yaitu temanku banyak dan baik-baik semua. Tapi kalau ditanya, siapakah teman dekatku ? Aku pasti kebingungan untuk menjawabnya. Soalnya, mereka itu orangnya baik, unik dan hebat di bidangnya masing-masing. Kalau ingat mereka, rasanya ingin ngrumpi melulu. Seperti saat ini, aku lagi berada di suatu tempat yang indah, sunyi dan sejuk. Sejak dari tadi aku bengong sendirian, melihat di kejauhan dengan tatapan kosong dan perasaan sepi. Entah kenapa, aku tak ingin melakukan apa-apa atau ngomong sedikitpun. Ingatanku menerawang dan melayang kemana-mana. Berubah silih berganti, wajah orang tua, teman sekolah, teman olah raga, teman nongkrong, tampak berkelebat di depan mata seperti sebuah gabungan potongan-potongan film. Kadang aku tersenyum sendiri ingat kekonyolan mereka. Orang tuaku meskipun sudah tua tapi lucunya minta ampun. Setiap hari, kalau di rumah aku selalu disuguhi lelucon- lelucon baru yang bisa bikin hidung nyengir melulu. Sedang kalau di sekolah, teman-temanku tak kalah atraksinya untuk membuat sakit perut karena terpingkal-pingkal. Akh, betapa indahnya hidup ini ! Tapi, entah kenapa saat ini aku merasa sepi dan sendirian. Padahal, begitu banyak sarana hiburan yang ada di sekelilingku.
Aku memejamkan mataku. Kata temanku mataku bentuknya lucu. Panjang, besar dan dikerumuni bulu mata yang lentik. Terkadang bikin iri temanku yang cewek. Aku tersenyum lagi, ingat temanku si yanti, yang sering naruh batang korek api di bulu mataku. “ Berani taruhan, pasti nggak kuat kalau dikasih tiga batang korek api “ katanya. Ternyata aku yang menang taruhan dan dua kali kecupan di pipi langsung terasa hangatnya. Yanti… Yanti… kamu memang mahluk yang lucu. Lain lagi dengan si Yuni, orangnya agak pendiam tapi perasaannya halus. Pernah suatu ketika minta ketemuan di suatu tempat, tak pikir ada apa, ternyata minta advis mau nembak temannya. Keesokan harinya dia nelpon sambil marah-marah, katanya kok aku membolehkan dia nembak temannya. Aku jadi nggak habis pikir sama cewek, begini salah, begitu juga salah. Tapi aku langsung meminta maaf sama Yuni kalau aku bikin kecewa dan marah. Eh, ternyata tanggapannya positif, asalkan sering-sering ketemuan. Bingung, bingung deh.
Capek tiduran, aku terus berdiri dan jalan-jalan di sekeliling rumah. Rumah yang aku sewa berupa vila dengan beberapa kamar yang menghadap ke gunung. Bagus juga kelihatannya, jika dilihat dari luar rumah. Dengan berlatar belakang bukit dan bagian depannya terdapat tanah lapang yang hijau, membuat perasaan jadi adem dan nyaman. Kata yang jaga vila, kalau pas hari libur, tempat ini pasti ramai dikunjungi orang. Siapa lagi, kalau bukan orang yang hendak pacaran. Kalau dipikir-pikir, ngapain ya orang pacaran suka nyari tempat yang sepi dan dingin ? Apa nggak lebih enak, pacaran di tempat yang ramai dan terang ?? Apalagi kalau bareng rame-rame sama teman-teman lainnya ! Ahh, nggak tahu lah, orang aku juga belum pernah pacaran. Kata beberapa teman sih, pacaran itu ada enaknya tapi nggak enaknya juga banyak. Kalau mau jadian, serunya bukan main. Tapi kalau sudah jadian, yang ada cuman larangan, disuruh-suruh, duit keluar lebih banyak, bertengkar dan ujung-ujungnya bubaran. Kok gitu ?? Tapi kalau diamati faktanya, memang banyak sih teman-temanku yang sering putus-sambung sama pacarnya, bahkan sering ganti-ganti pacar. Tiba-tiba angin sepoi mengusap leherku. Iihhh, dinginnya !! Aku baru tersadar kalau kakiku telah membawaku melewati sebuah sungai kecil yang jernih airnya. Allah maha besar ! Sungai yang dalamnya hanya semata kaki dan airnya yang bening mengalir tenang ternyata membawa banyak ikan kecil-kecil berlenggak-lenggok diantara bebatuan. Dari mana asalnya air yang jernih ini ?? Dan ketika kutolehkan kepalaku ke kanan, di kejauhan terlihat air terjun yang tinggi dengan pancaran air yang deras yang dikelilingi batuan yang besar-besar. Aduh, indah sekali !! Sayangnya, aku tidak bisa berbagi keindahan dengan teman-temanku. Coba kalau ada si cece centil, wah pasti seru jadinya. Pasti dia ngajak berendam di bawah air terjun sambil main semprot-semprotan air. Belum lagi, kalau ada si bosil ( bocah usil ), tambah kacau deh. Dia nakal sih enggak, cuma kalau renang bareng sukanya dekat-dekat kita, habis itu tanya, “ Airnya hangat ya ?” Gimana nggak hangat, orang dia habis kencing disitu !... Dasar !!
Setelah melewati sungai, jalanan jadi agak nanjak dan berputar balik kearah vila. Di balik pepohonan terlihat beberapa pasangan remaja pada bisik-bisik sambil berangkulan. Apa ya kira-kira yang dibicarakan ? Rasanya ingin juga ikut nguping bisikannya, tapi kok terus disambung dengan tawa cekikikan. Wah, jangan-jangan kawanan kuntilanak, hiii… ngeri juga. Tapi kuntilanak kok klayapan di siang hari ?? Bisa jadi kuntilanak yang lagi liburan, sehabis malamnya capai nakut-nakutin orang pacaran. Ngaco ahh.. ! Lagian ngapain ngurusin kuntilanak ! Tiba di vila hari telah sore, udara tambah dingin dan aku butuh minuman penghangat tubuh.
Sambil menunggu maghrib, aku duduk di teras dengan ditemani segelas wedang jahe dan sepiring singkong goreng. Alangkah nikmatnya hidup di bumi Indonesiaku tercinta. Pemandangannya indah, penduduknya ramah, hasil buminya melimpah, benar-benar gambaran hamparan sorga di dunia. Aku sangat bersyukur dilahirkan di Indonesia, mudah-mudahan tanah airku dan bangsaku dapat melahirkan para pemimpin-pemimpin besar yang akan mampu berperan sebagai pemimpin atau wakil Tuhan di muka bumi. Amiiin. Lho, kok seperti ustad !!.. Alhamdulillah, berarti aku didekati malaikat, bukannya kuntilanak.
Maghrib telah tiba, segera aku mengambil wudhu di pancuran sebelah kamar mandi. Hiii, airnya dingin sekali !! Karena jauh dari masjid atau musholla, terpaksa aku sholat sendirian. Penginnya sih berjamaah. Apalagi sholat maghrib, kalau berjamaah, wah .. rasanya enak sekali. Mendengar ayat-ayat suci yang dibaca keras dan mengalun merdu, mendatangkan perasaan tenteram dan nikmat di hati. Tetapi sholat sendirian, kalau bacaannya benar, dilakukan dengan tidak tergesa-gesa dan mencoba mengartikannya, rasanya juga enak dan lebih kusyu’. Memang nikmat kok sholat itu, kita berhadapan dengan Allah, bertemu muka dan berbincang-bincang dengan- Nya, bahkan kita dapat menyerap energi- Nya yang diwujudkan sebagai energi alam semesta. Makanya, sehabis sholat biasanya badan dan perasaan kita bertambah segar dan sehat. Itu, menurut aku lho ! Mudah-mudahan benar !!
Makan malam akhirnya tiba. Perut rasanya sudah susah diajak kompromi, dari tadi bunyi kriuuk-kriuuk. Ada nasi putih panas, ayam goreng, ikan ekor kuning goreng, tahu tempe goreng, lalapan plus sambal terasi, sayur asem, karedok dan krupuk udang. Wah, susah dibayangkan uenaknya, sementara bau harumnya keluar menggoda bulu hidung dan air liur ( glek.. glek.. gleegkk ). Aku jadi ingat teman lagi. Yang namanya ical, kalau sudah ketemu makanan kaya gini, jangan ditanya, langsung disikaaatt habis! Itu anak, badannya sih kerempeng, tapi perutnya bisa dimuatin apa saja, sampai-sampai jatah tiga orang, bisa habis sama dia. Busseettt dahh!! Tapi kenikmatan makan sebenarnya bukan terletak pada makanannya, tapi tergantung suasana dan ditemani siapa. Meskipun makanannya seabrek dan semuanya lezat, tapi kalau makannya sendirian, ya.. kurang nikmat. Nah, yang paling nikmat, kata teman aku adalah makan ditemani orang yang disayangi dengan suasana remang-remang karena cahaya lilin dengan diiringi lagu yang romantis. Mak nyuusss… rasanya dan tak akan terlupakan seumur hidup. Tapi biasanya masalah baru muncul belakangan, yaitu ketika selesai makan dan harus membayar. Siapa yang akan membayar semua kenikmatan tadi ?? Lah, aku kok jadi ngurusi orang pacaran yang lagi makan enak tapi nggak jelas siapa bandarnya !!.
Selesai makan, perut terasa kenyang, mata tiba-tiba maunya terpejam. Nah, begitu terpejam, bayangan wajah orang langsung bersliweran lagi di depan mata. Di sana ada wajah ortu, teman-teman, orang tak dikenal…. tiba-tiba aku jadi heran, kok yang aku ingat banyak sekali. Kok nggak kaya si mumes ( muka mesum ), katanya kalau mau tidur yang ada diingatannya hanya cewek yang dicintainya. Nah, ketahuan sekarang…. kenapa kok dari tadi hati ini rasanya sepi, jangan-jangan karena aku belum punya pacar !! Wah, ini sesuatu yang baru ! Belum pernah aku sebelumnya mikir masalah pacar. Tapi, bisa jadi itu masalah utamanya. Padahal, sebelumnya aku lebih senang punya banyak teman dari pada punya satu pacar. Menurut pendapatku, begitu aku punya pacar, pasti hubunganku dengan teman-temanku akan menjadi terbatas dan tidak sesantai dulu. Batasan dan larangan akan mulai diberlakukan, meskipun sepertinya tidak jadi masalah apabila aku tetap ingin berhubungan dengan teman-temannku. Apa iya, seperti itu ??? Bukankah seorang pacar ingin diistimewakan ?? Bukankah seorang pacar ingin selalu dipuja dan dimanja ?? Bukankah orang berpacaran merasa mempunyai hak milik atas diri pacarnya ?? Waduh, sepertinya repot sekali menjalaninya ??!
Tapi, seandainya aku punya pacar, seperti apa ya orangnya ??? Kata orang, kalau punya pacar dan ternyata kelak pacarnya itu adalah jodohnya , maka pelan-pelan wajahnya jadi mirip satu sama lain ??? Apa iya??? Dari pada aku menghayal, lebih baik aku berdoa saja kepada Tuhan, mudah-mudahan aku diberi pacar yang seperti aku impikan selama ini !!
Tuhan, di malam yang sepi dan hening ini, aku bermunajad kepada Mu. Kelak. Jika waktunya tiba, berikanlah aku pacar yang tahu siapa dirinya dan tahu siapa diriku. Berilah kami kekuatan dan kearifan untuk bisa menerima satu sama lain dengan ihlas, dengan segala kekurangan dan kelebihan masing-masing. Limpahkanlah pada dirinya sifat senang sedekah, murah senyum, sopan-santun, rajin ibadah, enak dipandang mata dan menyejukkan di hati. Aku bukan termasuk orang yang senang ganti-ganti pacar, ya Allah.. berikanlah aku pacar yang seiman, yang setia, yang bisa selalu mengajakku kepada hal-hal yang haq dan menjauhi yang batil. Jika pacarku kelak, nantinya menjadi istriku, berilah dia kelapangan hati untuk bisa menerima keluargaku, menyesuaikan dengan lingkunganku dan berilah kami kekuatan dan kemampuan untuk menggapai ridho Mu…. Amin ya robbal alamin.
Rasanya mataku semakin berat dan badanku terasa melayang-layang.
Ya Allah, jika Engkau masih berkenan memperpanjang hidupku, bangunkanlah aku esok hari dengan badan yang segar dan hati yang lapang, untuk memenuhi tugasku dalam mengemban amanah Mu sebagai khalifatullah fil ard. Mudahkanlah segala urusanku, tiada kekuatan dan kemampuan kecuali datang dari Mu. Amin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar